Nemenin Anak Sunat

Beginilah nasib, tanpa undangan dan tanpa pemberitahuan sebelumnya, serta merta saya disuruh menemani seorang bayi mungil laki-laki yang akan disunat, Andre.

Bahkan ibu kandungnya sendiri, yang tak lain masih saudara sepupu saya, malah lari ke rumah tetangga sebelah. Bapaknya pun hanya berdiam diri di dapur padahal anaknya mau di sunat di ruang tamu. Jadi dah, saya yang niatnya hanya maen karena ketidak sengajaan malah disuruh menemani seorang bidan dan asistennya yang sedang melakukan praktik menyunat. Sendirian.

Bagaimana coba perasaan anda, saya bukan orang kesehatan, jurusan saya juga bukan kesehatan, hanya sedikit beruntung bisa bergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) KSR-PMI Unair yang berkecipung dalam dunia kerelawanan dan kesehatan.

Menjadi anggota KSR-PMI Unair pun belum cukup atau sama sekali tidak cukup untuk menjadi pendamping bidan yang sedang melakukan praktik sunat. Saya menjadi galau, berfikir apa yang akan saya lakukan dan kerjakan.

Toet2740Ibu bidan yang menyunat si bayi Andre

Ibu bidan tersebut tersenyum saat saya mendekat. Dengan sigapnya beliau langsung menyodorkan dot yang sebelumnya sudah di celupkan ke dalam madu kepada saya. “Ini sampean pegangi ya mbak, biar nanti gak nangis” suruh ibu bidan cantik tersebut. Oh, untunglah saya hanya disuruh memegangi dot.

Proses penyunatan pun segera dilangsungkan. Dan saya tetap hanya memegang dot ke mulut mungil Andre agar tidak terjatuh. Dumulai dari membersihkan tiitt sampai menjepit kulit luarnya dan kemudian dipotong dengan menggunakan kawat panas yang disebabkan karena arus listrik. Umumnya proses penyunatan ini dikenal ibu-ibu sebagai sunat laser. Padahal yang namanya laser bukanlah yang demikian tersebut kan?

selesai? saya berfikir demikian. Cepat sekali? ternyata tidak. Step selanjutnya adalah menguliti kulit yang sudah dipotong tersebut dan kemudian dilipat keluar agar bagian dalamnya keluar. Pasti sulit dibayangkan bukan?

Tak hanya selesai demikian, ternyata kulit luar yang dilipat keluar tadi akhirnya dijahit. Dan tak disangka, tiitt yang sekecil itu dijahit sebanyak lima jahitan, ckckck…

Setelah selesai menjahit, selesai lah prosesi penyunatan tersebut. Dan ini adalah pertama kalinya saya melihat proses sunat menyunat. So Amazing…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s