Teater Gapus, Tak hanya Puisi Tapi Juga Teater

Teater Gapus Surabaya telah memperingati hari jadinya yang ke-23 dengan menyelenggarakan serangkaian acara Festifal Sastra Seni Pertunjukan Avantgarde (Fesspa) XXIII (26/01-14/02). Gapus yang mulai berdiri sejak tanggal 28 Oktober 1989 ini sendiri merupakan singkatan dari gardu puisi.

“Semula Gapus hanya merupakan kumpulan dari sekelompok pecinta puisi, tetapi seiring berjalannya waktu Gapus mulai merambah kesenian teater dan akhirnya mampu menampilkan 104 penampilan teater selama masa karirnya tanpa mengurangi kecintaannya akan berpuisi.” Jelas Ubaidil, Ketua pelaksana Fesspa XXIII, jurusan Sastra Indonesia (Sasindo) FIB angkatan 2011.

Tak hanya itu, Gapus juga pernah melakukan parade penampilan teater keliling pulau Jawa pada tahun 2008 silam. Diantara kota-kota yang pernah disinggahi adalah kota Bandung, Yogyakarta, Solo, dan Surabaya sendiri.

“Rencananya dalam beberapa bulan ke depan kami juga akan melakukan pementasan di dua kota yakni Malang dan Surabaya. Di Malang sendiri direncanakan akan melakukan pementasan di Universitas Negeri Malang sedangkan di Surabaya kami akan melakukan pementasan di Gedung Kesenian Cak Durasim” ungkap Ubaidil.

Alasan merambahnya seni teater dalam Gapus ini adalah keterkaitannya yang sangat erat antara seni berpuisi dan seni teater. Seseorang yang membacakan puisi harus mampu meluapkan spontanitas dari perasaan penuh daya yang bercikal bakal dari emosi yang berpadu kembali dalam kedamaian. Oleh karena itu diperlukan kemampuan-kemampuan khusus seperti ilmu pernafasan dan olah vokal bagi seorang pembaca puisi.

Ilmu pernafasan dan olah vokal seorang pembaca puisi yang baik harus mempunyai kemampuan menafsirkan puisi yang dibawakannya. Selain itu pembaca puisi juga harus memiliki kemampuan menciptakan suasana, melepaskan alunan suara yang jelas dengan dibantu gerakan-gerakan reflektif, sehingga penonton menjadi terpikat dan hanyut dalam puisi yang dibawakannya. Kemampuan-kemampuan tersebutlah yang dapat diperoleh dalam kegiatan latihan seni teater.

Dalam serangkaian acara Fesspa XXIII sendiri, telah digelar acara malam penampilan teater selama dua hari berturut-turut (12-13/02) yang bertempat di Hall FIB. Teater yang ditampilkan berjudul “Pepaya Tegang Tinggi” yang berkonsep komedi dan “Tamu Istimewa” yang berkonsep realis. Tak hanya warga Gapus sendiri atau FIB sendiri yang menikmati penampilan tersebut, tapi penampilan tersebut juga terbuka untuk umum para penikmat teater dan mendapat apresiasi yang cukup bagus.

Selain malam penampilan teater, acara Fesspa XXIII juga dimeriahkan dengan launching buku antologi cerpen dengan judul “Penggali Sumur” oleh alumni Gapus, Zaki Zubaidi.

“Isi cerpen dalam buku antologi tersebut inspirasinya kebanyakan berasal dari lingkungan kampus FIB, jadi isi cerpennya seputar kegiatan yang dilakukan di lingkungan FIB yang kemudian dibukukan.” Jelas Ubaidil.

Malam puncak acara Fesspa XXIII (14/02) sendiri dimeriahkan dengan berbagai macam hiburan, mulai dari musikalisasi puisi, Band Air Mata Buaya, Band Sekaring Jagad, dan Kroncong Patma Candra Kartika. Pada awal acara pada malam puncak tersebut, dekan FIB, Drs. Aribowo, M.S., ikut menyumbangkan sebuah penampilan berupa pembacaan puisi yang berjudul “Dunia Serba Tuhan Atawa Tuhan Semakin Banyak” karya Mustofa Bisri.eNTe

3

4

2

Kroncong Patma Candra Kartika yang tampil pada malam puncak Fesspa XXIII

5

Band Sekaring Jagad yang juga tampil pada malam puncak Fesspa XXIII

1Drs. Aribowo, M.S., Dekan FIB, ikut menyumbangkan sebuah penampilan berupa pembacaan puisi yang berjudul “Dunia Serba Tuhan Atawa Tuhan Semakin Banyak” karya Mustofa Bisri.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s