Sharing-Sharing Bareng Pak Ganden dan Pak Bimo

Universitas Airlangga (Unair) tahun 2013 ini kembali ikut berkontribusi dan meramaikan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI). Pada Jumat (15/02) kemarin, DIKTI telah mengumumkan para pemenang proposal yang lolos untuk mendapatkan pendanaan. Sebesar 285 judul PKM dari Unair  telah lolos menjadi pemenang dan mendapatkan pendanaan dari DIKTI dari total 917 judul yang dikirimkan oleh Mahasiswa Unair.

“Tahun ini ada 285 atau sekitar 31% judul PKM yang berhasil didanai dari keseluruh yang diajukan Unair. Agak sedikit menurun prosentasenya jika dibandingkan dengan tahun lalu yang sebesar 39%, tetapi jumlah pengirimnya lebih banyak tahun ini, karena total judul yang diajukan tahun lalu hanya  sebanyak 734 judul.” Ungkap Dr. rer. Nat. Ganden Supriyanto. M,Sc., dalam acara Pembekalan Pelaksanaan Monev PKM Dikti di Aula Kahuripan Kampus C Unair, pada hari Rabu (20/02).

Secara nasional sendiri, jumlah PKM unair yang didanai hanya sebesar 4% dari jumlah total PKM yang didanai DIKTI yakni sebanyak 7145 dengan rincian sebanyak 2121 judul PKMK, 880 judul PKMKC, 1295 judul PKMM, 2463 judul PKMP dan 286 judul PKMT.

285 proposal PKM yang lolos tersebut antara lain 94 judul PKM Kewirausahaan (PKMK), 22 judul PKM Karya Cipta (PKMKC), 43 judul PKM Pengabdian Masyarakat (PKMM), 124 judul PKM Penelitian (PKMP) dan dua judul PKM Teknologi (PKMT).  Jumlah tersebut belum termasuk PKM Gagasan Tertulis (PKMGT) dan Artikel Ilmiah (PKMAI).

“Setidaknya untuk menjadi juara umum pada PIMNAS 2013 yang kemungkinan dilaksanakan setelah hari raya, entah awal Agustus atau akhir Juli nanti kita sudah mempunyai perwakilan dari semua bidang yang ada” Tegas Ganden, selaku Tim Pendamping Kemahasiswaan Universitas Airlangga (TPKUA).

Pada PIMNAS 2013 mendatang, Unair memiliki beberapa strategi yang mampu mengantarkan unair menjadi juara umum, dari sebelumnya yang hanya dengan enam tim mampu meraih peringkat empat besar setelah UB, IPB dan ITS. Salah satu strategi yang akan dilakukan adalah dengan memberikan pembinaan khusus kepada para tim yang judul proposalnya telah berhasil lolos mendapatkan pendanaan. Selain itu juga akan dilakukan pendampingan secara terstruktur dan terorganisasi untuk mempermudah kinerja tim. Pendampingan juga akan dibantu oleh pihak keilmuan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), dari 285 kelompok akan dikelompokkan lagi sesama fakultasnya.

“Contohnya PKMP, seandainya harus melakukan penelitian di fakultas lain, sebelumnya bisa minta surat pengantar dari kemahasiswaan agar dapat melaksanakan kegiatan dengan lancar di sana, syukur-syukur kalau tidak dikenakan biaya atau dengan biaya yang ringan.” Jelas Ganden.

Ganden menegaskan kepada seluruh tim yang PKM-nya lolos bahwa setelah judulnya telah tercantum dan mendapatkan pendanaan maka mereka harus menjalankan konsekuensinya yakni bertanggung jawab secara moral untuk menyelesaikan PKM-nya hingga tuntas.

“Jangan sampai Unair di black list gara-gara banyak yang tidak mampu menyelesaikan hasil proposal yang diajukannya.” tegas Ganden.

Oleh karena itu, mulai saat ini para penerima dana harus segera melakukan persiapan, mulai dari mengecek bahan, alat dan segala sesuatu yang digunakan untuk melaksanakan kegiatan PKM. Setiap kegiatan PKM harus dilengkapi dengan Log Book (Buku tulis yang berisi rangkaian kegiatan yang dilakukan) yang didalamnya juga dilampirkan kalkulasi, target, serta hasil yang dicapai. Log Book merupakan data otentik sebagai bukti hak paten, maka teknik-teknik dan format penulisannya pun tidak sembarangan. Contohnya cara menghapus,  menghapus tidak boleh menggunakan stipo/tipe-x, karena log book dapat dijadikan pedoman untuk mengontrol kembali kesalahan yang dilakukan di Lab. Selain Log Book, yang harus disiapkan juga adalah buku Indikator Keberhasilan Jangka Pendek (IKJP), karena kedua buku tersebut akan dilampirkan pada saat monev eksternal yang akan dilaksanakan sekitar bulan Mei akhir.

“Monev eksternal Dikti akan berlangsung sekitar bulan Mei akhir. Sedangkan PKM yang lolos menjadi finalis ke PIMNAS biasanya diumumkan pada akhir minggu kedua bulan juni,” Terang Dr. Bimo Aksono H.DBH., M.Kes., anggota TPKUA yang juga memberikan pembekalan.

Bimo juga menambahkan, bahwa para penerima dana dikti tidak diperkenankan untuk merubah judul, tetapi boleh merubah metode yang digunakan asalkan dijelaskan di laporan akhir kemajuan.

“Persoalan-persoalan sendiri ada bermacam-macam, mulai persoalan teknis (metode), administrasi, dan keuangan. Dari persoalan-persoalan yang disampaikan harus dilengkapi dengan solusi. Hal tersebut akan semakin mendapatkan nilai positif dalam penilaian.” jelas Bimo.

Untuk persoalan dana sendiri, biasanya pencairan dana dari DIKTI agak sedikit molor, oleh karena itu pihak universitas akan memberikan dana talangan sebesar 50% dari anggaran yang disetujui.

“Yang juga penting saat monev akhir adalah dokumenrasi pengeluaran. sekecil apapun pengeluaran yang dikeluarkan harus dilengkapi dengan  bukti fisik, seandainya tidak memungkinkan memperoleh bukti fisik, contohnya biaya naik lyn, maka dapat diketik sendiri kemudian ditandatangani oleh ketua kelompok” terang Bimo.

Terakhir Bimo menyampaikan bahwa yang menentukan agar dapat menjadi finalis PIMNAS adalah nilai dari proposal, yang sekarang sudah tidak dapat dirubah lagi, dan nilai monev eksternal yang harus dipersiapkan sebaik mungkin mulai dari sekarang.eNTe

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s