Ngungklik ke Kenjeran Park

Sebagai seorang mahasiswa, kami dituntut untuk selalu menggunakan waktu se-efektif dan se-efisien mungkin. Apalagi sebagai mahasiswa Fisika yang notabene-nya jurusan paling killer sedunia. Banyak sekali kesibukan akademis yang menuntut kami untuk terus belajar, belajar, dan belajar. Mulai dari belajar memahami konsep, belajar menurunkan persamaan-persamaan, mengerjakan tugas dari dosen, mengerjakan laporan praktikum, yang kesemua itu sukses menyita waktu yang sehari hanya 24 jam. Belum lagi tuntutan untuk mengembangkan softskill kita selama kuliah lewat kegiatan non-akademis/organisasi.

Lalu apakah kami tidak boleh refreshing pikiran? Kalaupun boleh, berarti banyak waktu dan uang yang terbuang sia-sia dong? Apa yang kami lakukan ketika mengalami kepenatan dengan berbagai rutinitas tersebut?

Jangan salah sobat, Kami punya tempat favorit untuk refreshing tanpa memerlukan waktu yang lama karena jarak yang terpaut jauh. Selain itu kami juga tidak perlu mengeluarkan sepeserpun uang. Jadi setiap kepenatan melanda pikiran, capcus saja kami pergi ke tempat tersebut, dengan catatan di pagi hari ya sobat!

1 2

Siluet: Indahnya sang mega yang dihiasi burung camar berterbangan

3

Bibit bakau: pesisir pantai itu ditanami pohon bakau, tampak seokor ikan kecil yang terperangkap dalam lumpur

4

Saya dan teman: Saya dan ilmi, teman se kos-kosan yang menunggu sang mentari muncul

5

Bermalu-malu: Akhirnya mentari yang dinanti muncul juga dengan cahaya keemasannya

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Suramadu: Bayangan jembatan Suramadu yang muncul kejauhan dari kabut

7 8 9 10 11

Foto-foto mentari pagi dengan sinar kemegahannya

12

Bangunan ber-arsitektur cina: Ilmi dan bangunan cina yang belum tahu namanya sampai sekarang

13

Bangunan ber-arsitektur cina: Saya dan bangunan cina yang belum tahu namanya sampai sekarang

Tempat tersebut adalah pantai Kenjeran, yang letaknya tidak jauh dari tempat tinggal (kos-kosan) kami di kota Surabaya. Kalau dihitung dengan spidometer sepeda motor jaraknya mungkin tidak lebih dari 4 kilometer. Dan paling lama waktu yang ditempuh dari kos-kosan ke pantai Kenjeran dengan menggunakan sepeda ungklik cuma 20 menit-an.

Pantai kenjeran sendiri sangat luas sobat, ada Kenpark (Kenjeran Park) yang lama, ada Kenpark yang baru. Kenpark yang lama sering dikunjungi para wisatawan untuk berlibur sobat, apalagi kalau hari libur. Sedangkan untuk Kenpark yang baru biasanya digunakan sebagai sirkuit racingNah maka dari itu kami selalu pergi kesana di pagi hari, di saat sang surya belum menampakkan wujudnya.

Terakhir pergi kesana, saya bersama teman satu kos-kosan berangkat setelah sholat subuh tepat. Hari masih gelap, kami berdua me-mancal sepeda ungklik sambil berbalap ria. Melewati jalan raya yang lenggang di kota besar surabaya, merupakan suatu kesenangan tersendiri.

Yang kami tuju adalah Kenpark baru, yang biasanya digunakan sebagai sirkuit balap. Dengan memakai sepeda ungklik, kami tidak pernah dikenai biaya tiket masuk karena kami bisa melewati jalan pejalan kaki yang memang tanpa dikenai biaya tiket masuk, berbeda untuk sepeda motor maupun mobil, itulah salah satu kelebihan ngungklik selain hemat BBM dan bebas polusi.

Sesampai di dalam Kenpark, tujuan utama kami adalah pantai yang menghadap kearah timur, arah terbitnya matahari. Sepanjang gerbang pintu masuk menuju bibir pantai, banyak sekali pohon mangrove yang tumbuh berjajar dengan rapi, rimbun, dan rindang.

Pukul 05.30 pagi, matahari masih belum menampakkan dirinya. Padahal burung-burung camar sudah berterbangan ramai-ramai ikut menunggu datangnya sang mentari bersama kami. Barulah tepat pukul 05.43 WIB, matahari mulai muncul malu-malu dengan memancarkan sinar keemasannya, membuat jembatan suramadu yang terlihat dari jauh tambak ikut-ikutan muncul mewarnai dunia. Selain itu juga ada bangunan yang berdiri megah ditengah-tengah Kenpark lama dengan arsitektur cina, membuat kami merasa terhipnotis berada di negara Kincir Angin. Sungguh sebuah suguhan alam yang indah di tengah carut marut kesibukan kota Surabaya.

Cuma butuh waktu kuranglebih 2 jam kami sudah puas menikmati berbagai suguhan keindahan sunrise, Suramadu, serta bangunan cina yang sampai sekarang kami belum tau namanya tersebut. Akhirnya kami kembali pulang ke kos-kosan untuk kembali tenggelam kedalam kesibukan kuliah, tetapi kali ini dengan pikiran yang lebih jernih.

“Postingan ini diikutsertakan di Narsisis-Artistik Giveaway.”

Iklan

25 thoughts on “Ngungklik ke Kenjeran Park

  1. Kutipan : “Kalau dihitung dengan spidometer sepeda motor jaraknya mungkin tidak lebih dari 4 kilometer.”
    Hmm .. sebagai mhs jurusan fisika, seharusnya lebih teliti bahwa spidometer bin speedometer itu mengukur kecepatan, bukan jarak. Kl ngukur jarak seharusnya pakai odometer 😛

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s