Cerita Tentang Jogja: Bakpia Pathuk, Bakpia Khas Yogyakarta

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), daerah yang kaya akan sumber kebudayaan tradisional. Terhitung sudah dua kali saya singgah di DIY. Persinggahan pertama saya di DIY bersama teman-teman kuliah yang sengaja berkunjung kerumah salah satu teman di Purwokerto. Sedangkan persinggahan yang kedua, saya bersama rekan kerja dalam acara Seminar dan Lokakarya. Dan dari kedua persinggahan yang relatif sangat singkat itupun saya menyempatkan diri untuk berbalanja oleh-oleh jajanan khas Yogyakarta. Apalagi kalau bukan dan tak lain adalah Bakpia Pathuk. 😀

Sebelum saya jauh bercerita, alangkah baiknya kita kenalan terlebih dahulu dengan yang namanya Bakpia Patok. 😀

Bakpia sebenarnya berasal dari negeri Cina, aslinya bernama Tou Luk Pia, yang artinya adalah kue pia (kue) kacang hijau. Sedangkan Bakpia yang sering kita kenal adalah makanan yang berisi kacang hijau  (atau keju, coklat, kacang merah, kumbu hitam, dll) yang dibungkus dengan kulit yang terbuat dari tepung kemudian dipanggang. Selain itu alasan dinamakan Bakpia Pathuk karena awal  mula diprosuksinya Bakpia adalah di kampung Pathuk Yogyakarta, sejak sekitar tahun 1948. Oleh karena itu daerah Pathuk (sekarang sudah berganti nama menjadi AIP K.S. Tubun) sekarang menjadi terkenal dan menjadi sentral pembuatan Bakpia. Disana kita bisa menemukan banyak toko dan rumah yang menjajakan Bakpia beserta aneka oleh-oleh khas Yogyakarta.

Nah, sekarang saatnya saya bercerita tentang persinggahan saya 😀

Pada persinggahan yang pertama saya di DIY tersebut, jujur modal saya pas-pasan (maklum kantung mahasiswa :D). Naik kereta ekonomi, sampai di stasiun Lempuyangan jam 2-an siang, kemudian jalan kaki menuju Malioboro, trus jalan lagi ke Alun-alun. Saat sampai di pasar Malioboro itulah, kesempatan untuk membeli oleh-oleh dengan modal pas-pasan. Akhirnya bidikan saya jatuh pada Bakpia Patok eceran yang berjajar-jajar sepanjang pinggir jalan pasar Malioboro. Karena banyaknya penjual yang menjual bakpia eceran, akhirnya saya menerapkan nasehat yang diberikan oleh seorang bapak yang bertemu di pinggir jalan, beliau bilang kalau mau beli bakpia, lihat saja yang pembelinya paling rame, trus ikutin dah. 😀

Lumayan ekonomis bro, satu kotak isi 20-an kalau gak salah dulu harganya cuma Rp 15.000, murah kan… 😀 Barulah setelah langit mulai gelap kami berangkat menuju ke Purwokerto (rumah teman saya) naik Bus Patas.

20120103_Bakpia Pathok
Bakbia Pathuk yang dijual eceran di pasar-pasar (Foto: http://jogjabackpacker.com/bakpia-pathok-snack-from-jogja.html/bakpia-from-oven)

Berbeda dengan persinggahan yang kedua, pada persinggahan yang kedua ini saya sama sekali tidak memikirkan biaya akomodasi karena sudah ditanggung tempat kerja. Naik kereta eksekutif, sampai di stasiun Tugu sudah malam, langsung di jemput pihak travel menuju hotel dan istirahat. Baru esok lusanya setelah mengikuti serangkaian acara yang telah terjadwal, kami bisa berjalan-jalan sekaligus membeli oleh-oleh. Karena pihak travel mengantarkan kami ke pusat jajanan dan oleh-oleh khas Yogyakarta di Toko Bakpia Pathuk “25”, AIP K.S. Tubun, dekat RS Muhammadiyah Yogya, Jalan Malioboro, atau stasiun Tugu, kali ini bidikan saya kembali jatuh pada Bakpia Pathuk (lagi).

Ketika saya beli Bakpia Pathok di toko ini, harga satu kotak Bakpia Pathok isi 20-an harganya Rp 25.000. Lumayan mahal bukan jika dibandingkan dengan oleh-oleh saya sebelumnya? Mungkin karena sudah terkenal, dan punya brand jadi mereka berani jual mahal kali ya…

DSCN1246Toko Bakpia Pathuk “25” di AIP K.S. Tubun, dekat RS Muhammadiyah Yogya, Jalan Malioboro, atau stasiun Tugu.

bakpia1

Bakpia Pathuk rasa coklat 😀

Dari kedua bakpia yang saya beli secara terpisah, dari tempat yang berbeda, dan dari kemasan yang berbeda, menurut saya rasanya juga tidak jauh berbeda. Dua-duanya tetep rasa bakpia, mantab, nikmat, dan lezat… 😀

Jadi sekarang kalau sobat-sobat sedang berada di DIY, jangan lupa bawa oleh-oleh khas Yogyakarta yang satu ini, Bakpia Pathok! 😉
Masalah beli dimana, kemasan yang bagaimana, silahkan sobat tentukan sendiri, dan selamat bereksperimen 😉

Iklan

8 thoughts on “Cerita Tentang Jogja: Bakpia Pathuk, Bakpia Khas Yogyakarta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s