Menengok Klenteng Kim Hin Kiong

Semenjak lahir hingga tumbuh sebesar ini, saya baru tau kalau di kota kelahiran saya, kota Gresik telah berdiri sebuah Klenteng yang cukup tua namun terawat. Dan ternyata tidak hanya saya, salah seorang rekan saya (dari Gresik juga), yang ikut menengok Klenteng yang bernama Kim Hin Kiong ini juga baru menyadari keberadaan Klenteng di kota Gresik. Klenteng tersebut terletak di sebelah timur dari Alun-alun Gresik, atau Lebih tepatnya di Jl. Dr. Setiabudi Gang IV No. 56.

Ketika kami bertiga (saya dan kedua rekan saya) baru sampai, Klenteng  tersebut terlihat sangat sepi, tak ada satu orangpun yang dapat kami jumpai. Akhirnya kami memutuskan untuk  mengabadikan Klenteng ini dalam gambar dengan kamera kami masing-masing. Untungnya selang beberapa saat, muncul ibu-ibu sang penjaga Klenteng yang menemui kami. Ibu tersebut mengaku berasal dari Madura yang kini tinggal di daerah sekitar Klenteng Kim Hin Kiong ini.

DSCN3301

Klenteng Kim Hin Kiong tampak depanDSCN3302

Pintu masuk Klenteng Kim Hin Kiong

Ukuran klenteng ini tidak begitu besar. Bangunan aslinya hanya yang ada di depan. Sedangkan yang di samping adalah hasil pelebaran. Namun pelebaran yang dilakukan tidak mengubah bangunan aslinya sedikitpun. Ketika melihat halaman sebelah kanan Klenteng, kami menemukan panggung Wayang Pa To Hi yang biasanya hanya ditampilkan pada saat-saat tertentu. Dan di Klenteng ini, Wayang Po Te Hi biasa ditampilkan pada saat perayaan ulang tahunnya.

DSCN3306

Panggung wayang Pa To Hi

Kelenteng Kim Hin Kiong ini dijaga oleh sepasang patung Ciok-Say (singa). Satu patung Ciok-Say betina yang memiliki bentuk dan garis warna yang cantik, dengan anaknya yang kecil tampak bermain di depan kakinya. Patung tersebut terletak di sisi kanan Klenteng. dan satunya lagi patung Ciok-Say jantan yang berada di sebelah kiri Klenteng

DSCN3309

Patung Ciok-Say betina

DSCN3311

Patung Ciok-Say Jantan

Kelenteng Kim Hin Kiong memiliki sebuah hiolo indah berwarna keemasan yang menghiasi teras depan Klenteng, dengan ornamen kepala naga di sisi depan dan di keempat kakinya, yang lebih mirip wajah raksasa, serta patung dua ekor naga menempel di kiri kanan hiolo. Selain itu, Klenteng ini juga dihiasi dengan lampion dan lilin dengan warna dominan merah dan kuning.DSCN3312

Hiolo Naga yang berwarna keemasan dan hiasan lampion di teras Klenteng Kim Hin Kiong

Oleh Ibu penjaga yang kami temui tersebut kami diperbolehkan masuk dengan syarat tidak boleh memotret. Di dalam Klenteng yang merupakan tempat peribadatan Tridharma (Taoisme, Budhis dan Konfusius) ini, terdapat beberapa dewa kepercayaan. Diantaranya ada:

1. Dewa Toa Pek Kong yeng terletak dibagian depan tengah
2. Dewa Mak Co bertempat di bagian belakang Toa Pek Kong
3. Dewa Tee Koen Kong dan beberapa dewa lain, terletak di bagian kiri
4. Dewa Bio Lek Hoed, Kwan Im, dll bertempat di bagian kanan
5. Dewa Tho Tik Kong di bagian samping.

Selain dewa-dewa tersebut salah satu pemandangan yang menarik perhatian kami adalah sebuah poster yang tertempel di dalamnya. Poster tersebut bertuliskan:

Walaupun seseorang telah melakukan beribu-ribu kebajikan tetapi tidak melakukan bhakti kepada orang tua kebajikannya hanyalah sia-sia belaka

Dari ibu tersebut, kami mendapatkan kabar bahwa peringatan Imlek besok pada tanggal 10 Februari 2013 akan dimeriahkan dengan tarian Barongsai. selain itu, Kelenteng Kim Hin Kiong juga akan mengadakan peringatan ulang tahun ke-373, bersamaan dengan perayaan sejit Mak Co Thian Siang Seng Bo, Dewi Penguasa Lautan, yang menjadi tuan rumah kelenteng ini pada tanggal 23 April 2013 ini.eNTe

DSCN3313

Puncak tiang yang berada di depan Klenteng Kim Hin Kiong, tinggi menjulur langit

Iklan

2 thoughts on “Menengok Klenteng Kim Hin Kiong

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s