Empat Pilar Dasar Dalam Fotografi

Pemodelan Segitiga Exposure

1

Exposure adalah istilah dalam fotografi yang mengacu kepada banyaknya cahaya yang jatuh ke medium (sensor  kamera) dalam proses pengambilan foto, merupakan hasil kombinasi pengaturan  diafragma, shutter speed dan ISO.

·  Under Exposure (Under): hasil foto yang kurang cahaya (terlalu gelap),

·  Over Exposure (Over): hasil foto yang kelebihan cahaya (terlalu terang),

·  Normal Exposure (Normal): hasil foto yang cukup cahaya.

2

1. Diafragma (aperture, f):

Aperture adalah ukuran bukaan lensa yang berfungsi memasukkan dan meneruskan cahaya ke sensor. Ukuran besar kecilnya  lubang masuk bagi cahaya  diatur melalui diafragma. Pada kamera umumnya tertera 2,8; 4; 5,6 dan  seterusnya. Angka-angka  tersebut dikenal sebagai f-number, jadi disebut aperture (bukaan) f/2,8; f/4; f/5,6 dst. Semakin besar aperture semakin kecil f-numbernya, jadi f/16 lebih kecil diameternya daripada f/5,6.

3

Cara kerja aperture mirip pupil pada mata manusia, semakin banyak cahaya yang masuk, semakin besar diameter pupil, begitu pula sebaliknya. Aperture sangat berhubungan dengan ruang tajam atau depth of field, semakin besar f-number, misal f/22, rentang ketajaman akan semakin lebar. Artinya objek di belakang dan di depan fokus utama memiliki ketajaman yang baik.  Sebaliknya kita akan mendapatkan efek blur/buram untuk objek di depan dan di belakang fokus utama jika menggunakan f-number kecil, misal f/2,8.

4

Diafragma  juga mempengaruhi Depth of Field, DOF (kedalaman ruang):  adalah istilah khusus untuk menunjukkan ruang tertentu di dalam citra/gambar/foto yang nampak relatif tajam karena adanya perbedaan ketajaman (fokus). Semakin besar bukaannya semakin kecil ruang tajamnya.

Hasil foto dengan objek yang sama tetapi diafragmanya berbeda :5

2.  Shutter Speed (kecepatan rana):

Shutter Speed adalah lamanya waktu yg diperlukan untuk menyinari sensor CMOS atau  CCD pada kamera digital, dan film pada kamera konvensional. Pada Kemera tertera angka-angka 250, 125, 60, 30, 15 dst. Ini berarti lamanya penyinaran adalah 1/250 detik, 1/125 detik, 1/60 detik, dst. Semakin besar angkanya berarti semakin cepat waktu yg digunakan, hal ini akan menciptakan efek diam (freeze), misalnya kita akan memotret objek yg sedang bergerak, misal mobil, dengan efek diam, kita memerlukan setidaknya shutter speed diatas 1/125 detik. Sebaliknya bila kita akan memotret objek tersebut dengan efek bergerak, maka dibutuhkan shutter speed kurang dari 1/125 detik, sebaiknya dilakukan dengan cara mengikuti arah gerak objek, hal ini disebut teknik panning.

Dua hal diatas tergantung juga dari kecepatan objek tersebut bergerak, semakin cepat objek bergerak, berarti semakin tinggi shutter speed yg dibutuhkan agar memperoleh efek diam atau bergerak yang kita inginkan.  Perlu diperhatikan, semakin rendah shutter speed, akan mengakibatkan semakin besar juga kemungkinan terjadinya camera shaking, yg akan mengakibatkan hasil jepretan menjadi goyang dan tidak tajam.Agar aman, gunakan shutter speed diatas 30 atau 1/30 detik, kalo memang menginginkan shutter speed lebih rendah, misal 1/15 detik, 1/8 detik atau yg lebih rendah, gunakan penyangga atau tripod.

 6

3.  ISO / ASA (Kepekaan)

ISO/ASA adalah  kependekan dari  International Standards Organization  (standar yang digunakan untuk kepekaan sensor  kamera) merupakan  istilah dalam fotografi untuk mengukur tingkat sensitivitas atau kepekaan film foto/sensor terhadap cahaya.

 7

Shutter speed dan aperture harus  disinergikan untuk mendapatkan  hasil  exposure yang tepat. Peranan ISO juga penting, semakin tinggi ISO yang digunakan, maka kepekaan terhadap cahaya pun makin besar, sehingga pada pencahayaan kurang pun, shutter speed maupun aperture masih dapat digunakan secara maksimal. Tapi perlu diingat, semakin tinggi ISO yang digunakan, akan semakin tinggi tingkat noise ataupun grain yang dihasilkan.

Untuk mengetahui apakah exposure sudah tepat atau belum, pada kamera digital tersedia  fasilitas metering. Sehingga terjadinya over exposure (kelebihan pencahayaan) atau under exposure (kekurangan pencahayaan) dapat diminimalkan.

***

Setelah teknik dasar dapat dikuasai, berikutnya yg dibutuhkan adalah memperbanyak praktek, karena seni fotografi identik dengan momen, dan momen yg baik tidak mudah terulang, kepiawaian menentukan komposisi dan sudut ambil  gambar dapat berkembang seiring dengan pengalaman,  dan proses up-grading diri berkelanjutan yang dapat bersumer dari  buku,  internet, maupun  pengalaman fotografer senior lain-nya.

White Balance 

White Balance adalah suatu ukuran rujukan untuk mengatur warna obyek foto agar tetap sesuai aslinya tanpa terpengaruh oleh warna cahaya yang menyinari obyek foto. Warna putih dipilih sebagai dasar rujukan pengaturan kepekaan kamera terhadap warna karena hanya putih yang memiliki rentang warna tunggal, yaitu putih, tidak ada putih muda ataupun putih tua.

Fungsi pengaturan WB pada kamera dapat dipergunakan untuk menyesuaikan terhadap cahaya yang kita pakai dalam lukisan cahaya (foto). Kalau pengaturan WB benar, apapun warna cahaya yang dipakai untuk melukis sebuah foto, maka warna obyek foto hasil jepretan kita akan tetap akurat dan tetap sesuai warna aslinya. Pada kamera amatir, pengaturan WB semata-mata didasarkan pada simbol-simbol :

·  Matahari, kalau cahaya yang menyinari foto kita adalah cahaya matahari

·  Lampu pijar, kalau memang cahaya yang menyinari foto kita adalah cahaya dari lampu pijar

·  Lampu neon, untuk pencahayaan dengan lampu neon

·  Kilat/petir, untuk pencahayaan dengan lampu kilat

·  Awan, untuk pencahayaan pada cuaca berawan

·  Rumah, untuk foto di tempat teduh

·  AWB (auto WB, atau WB otomatis) alias berdasarkan kesimpulan yang telah terprogram di dalam kamera.

Iklan

12 thoughts on “Empat Pilar Dasar Dalam Fotografi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s