Kompeni Koplak

           Pada suatu hari (jaman penjajahan) seorang pelayan kompeni, bik Ijun, sedang memasak sayur Rebung (bambu muda) yang diperolehnya dari pasar tadi pagi. Setelah masak, bik Ijun menyajikan masakannya kepada majikannya untuk makan siang.

            Sayur rebung dengan kuah kental bersantan itu disantap dengan lahap oleh majikannya. Setelah selesai makan bik Ijun membereskan meja makan sambil bercengkrama dengan majikannya.

Kompeni: “Bik, namanya makanan apa tadi bik, kog enak banget?”

Bik Ijun: “Ooohh, itu namanya sayur Rebung ndoro.”

Kompeni: “Sayur Rebung? Sayur apa itu bik?”

Bik Ijun: “Sayur Rebung itu dari bambu muda tuan.”

Kompeni: “Wah bambu muda saja sudah enaknya kayak gitu, apalagi bambu tua ya bik, yang sudah masak pasti tambah enak.” (berseri-seri)

Bik Ijun: “Yo Gedhek iku badhoken (Makan tu anyaman bambu) ndoro.” (meringis menahan tawa)

Kompeni: “Apa bik?”

Bik Ijun: “Iya sangking enaknya itu ndoro gedhek badhoken

Kompeni: “Oh gedhek badhoken ya bik” (sambil tersenyum puas)

#Tulisan ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama, seting tempat, dan latar belakang mohon dimaafkan.

#Tulisan ini terinspirasi pada saat memakan sayur Rebung buatan Emak tercinta 😀

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s