Kota Gresik, Kota Beribu Nama

Gresik adalah nama sebuah kota yang berada di provinsi Jawa Timur. Kota Gresik terletak di antara kota Surabaya dan kota Lamongan. Kota Gresik sendiri merupakan satu-satunya kota di Indonesia yang memiliki banyak nama. Benarkah demikian? Mengapa? Jawabannya: Ya, karena memang demikian.

***

Kota Pudak

Siapapun pasti akan mengenal bahwa kota Gresik adalah kota Pudak. Dinamakan demikian karena memang makanan Pudak merupakan makanan khas kota Gresik. Makanan yang terbuat dari tepung beras, gula dan santan kelapa yang dibungkus dengan Ope (pelepah pinang), kemudian dikukus tersebut biasa digunakan para wisatawan sebagai oleh-oleh khas dari kota Gresik.

Masyarakat kota Gresik sendiri biasa menggunakan Pudak sebagai jajanan untuk suguhan berbagai macam hajatan. Mulai dari hajatan pernikahan, sunatan, tasyakuran rumah baru, sampai kematian pun biasa menggunakan Pudak sebagai suguhannya.

Pudak Gresik memiliki rasa yang khas dibandingkan dengan makanan-makanan lainnya. Rasa pudak pun bermacam-macam; ada pudak putih karena tanpa pewarna dan hanya menggunakan gula pasir, ada pudak merah juga tanpa bahan pewarna hanya menggunakan gula jawa, ada pudak sagu yang berbahan sagu, serta ada pula pudak pandan yang berwarna hijau dengan pewarna asli dari daun pandan sehingga berbau harum khas pandan.

Disamping rasa yang khas, pudak yang dibungkus dengan Ope memiliki bentuk yang khas pula. Tidak ada jenis makanan lain yang sama seperti bentuk Pudak. Hal ini dikarenakan Ope sendiri sudah mulai langkah diperoleh serta pembuatannya yang tidak sederhana. Ope yang berasal dari pelepah pinang tidak dapat langsung digunakan sebagai pembungkus Pudak. Ope harus diproses dulu melalui berbagai tahap; mulai dari pelepah pinang yang dibersihkan, kemudian dipotong persegi sesuai dengan ukuran, kemudian dilipat menjadi dua dan dijahit dua sisi lainnya hingga Ope menjadi bungkus siap pakai.

Pudak juga merupakan jajanan yang cukup tahan lama, apalagi jika penyimpanannya tepat. Bukan dengan dimasukkan lemari es atau dihangatkan berkali-kali, tetapi Pudak disimpan dengan cara digantung supaya kandungan air yang tersimpan dalam pudak karena dikukus bisa menetes dan pudak menjadi kering. Dengan penyimpanan seperti itu, pudak bisa bertahan lebih dari lima hari.

Selain Pudak, banyak makanan khas Gresik lainnya yang juga tidak kalah pamor dibanding Pudak, contohnya: nasi krawu dan otak-otak bandeng.

Kota Wali, kota Santri, dan kota Beriman

Seperti yang kita ketahui, dua dari sembilan Walisongo1 berada di kota Gresik. Wali tersebut adalah Sunan Giri dan Sunan Maulana Malik Ibrahim. Tak heran jika kebanyakan orang juga menyebut kota Gresik sebagai kota Wali atau kota Santri karena keberadaan seorang wali tersebut identik dengan penyebaran ajaran agama islam secara mendalam.

Pesarean2 Sunan Giri terletak di puncak gunung Giri, satu-satunya gunung yang berada di kota Gresik. Ada sebuah pernyataan yang mengatakan bahwa seluruh bangunan yang ada di kota Gresik tidak boleh melebihi tinggi gunung giri, tempat pesarean Sunan Giri. Jika ada bangunan yang tingginya melebihi tempat pesarean Sunan Giri, bangunan tersebut akan mengalami keruntuhan atau tidak akan bertahan lama. Entah hal tersebut memang benar adanya atau hanya sebuah mitos, tetapi anehnya memang tidak ada satu pun bangunan pencakar langit di kota Gresik, tidak seperti kota-kota besar pada umumnya.

Selain itu, gapuro tempat pesarean Sunan Giri telah dijadikan icon kebanggaan kota Gresik. Terbukti ketika kita baru saja memasuki kawasan kota Gresik dari arah Surabaya, kita akan disuguhi replikasi gapuro Sunan Giri yang khas sebagai tanda bahwa kita telah memasuki gerbang masuk kawasan kota Gresik. Dan kemudian kita juga akan disuguhi dengan slogan-slogan raksasa kota Gresik yang berjajar sepanjang jalan Veteran seperti; “Gresik Kota Beriman” dan “Gresik Berhias Iman”.

Toet2382

Sedangkan pesarean Sunan Maulana Malik Ibrahim terletak di dekat pesisir pelabuhan Gresik. Dekat dengan Alun-alun pusat kota. Di daerah sekitar pesarean Sunan Maulana Malik Ibrahim banyak dikelilingi para pedagang asongan dan pedagang kaki lima yang menjual berbagai macam makanan, minuman serta oleh-oleh khas kota Gresik. Hal ini disebabkan karena banyaknya peziarah dari luar kota yang berdatangan ke pesarean Sunan Maulana Malik Ibrahim hingga menjadi peluang bisnis yang sangat menguntungkan bagi masyarakat kota Gresik di sekitar pesarean.

 

Kota Bandeng

Berbicara tentang tradisi kota Gresik, kita tidak akan pernah selesai dalam satu kali tatap muka karena begitu banyaknya tradisi yang terus dibudayakan dikalangan masyarakat kota Gresik. Contohnya di penghujung bulan Ramadhan saja diselenggarakan tradisi Lelang Bandeng dan Malem selawe3.

Lelang Bandeng, salah satu tradisi tahunan yang tidak pernah ditinggalkan oleh masyarakat kota Gresik. Setiap tahunnya di penghujung bulan Puasa, bulan Ramadhan, tepatnya pada tanggal 28 Ramadhan malam, atau biasa dikenal dengan Malem songolikur4, selalu diadakan pelelangan ikan Bandeng. Pelelangan yang biasa diselenggarakan di sepanjang jalan pasar Kota ini bertujuan untuk membudayakan ikan bandeng yang menjadi ikan khas kota Gresik serta ajang bergengsi bagi para pecinta ikan bandeng sebagai makanan wajib saat lebaran.

Dalam pelelangan tersebut banyak sekali para pe-tambak kota Gresik yang sengaja merawat bandengnya hingga besar dan layak untuk diikutkan pelelangan. Merupakan kebanggaan tersendiri pagi para pe-tambak jika bandengnya menjadi pemenang sebagai bandeng terbesar dari seluruh bandeng yang diikutkan pelelangan. Semakin besar dan semakin panjang bandeng, harganya pun akan semakin mahal. Satu ekor bandeng yang borbobot lebih dari 5 kg dengan panjang lebih dari satu meter bisa mencapai harga Rp 5.000.000,-.

Malam selawe adalah tradisi tahunan masyarakat di sekitar daerah Sunan Giri. Kegiatan Malam selawe ini merupakan acara semacam bazar besar-besaran yang diselenggarakan di sepanjang jalan menuju makam Sunan Giri. Mulai dari perempatan kebomas sampai pertigaan Sekarkurung semua jalan di blokade sejak sore hari tanggal 24 Ramadhan, sampai subuh pagi tanggal 25 Ramadhan untuk dijadikan tempat menggelar acara Malam selawe tersebut.

Berbagai macam dagangan tersedia di acara Malam selawe, mulai dari baju lebaran, alat rumah tangga, mainan anak, makanan, minuman, sepatu, sandal, binatang (kelinci, ular, tikus, dll), cincin, jam tangan, dll semua tersedia. Pengunjung pun tak kalah beragam, tua muda, laki-laki perempuan, tinggi pendek, kurus gemuk, kaya miskin, berdatangan dari berbagai penjuru kota. Tidak ada satu acara yang spesial dalam Malam selawe tersebut, yang ada hanyalah kesibukan para penjual yang menjajakan dagangannya serta pembeli yang menawar harga semurah-murahnya.

Kota Industri

Gresik mempunyai sebuah kawasan industri yang dinamakan Kawasan Industri Gresik (KIG). Di dalam kawasan tersebut berdiri puluhan pabrik-pabrik yang menghasilkan beranekamacam produk dan menyediakan sekian banyak lahan pekerjaan pagi sebagian besar masyarakat kota Gresik dan sekitarnya.

Selain di KIG, banyak pula tersebar pabrik-pabrik besar lainnya di kota Gresik. Ada PT Semen Gresik, PT Petro Kimia Gresik, PT Barata Indonesia, PT Karunia Alam Segar, PT Maspion, PT Wiharta Karya Agung, dsb. Oleh karena itu tak heran jika kota Gresik mendapatkan sebutan kota Industri.

Industri yang berkembang di kota Gresik tidak hanya berupa pabrik-pabrik besar, industri rumah tangga pun banyak berkembang di kota Gresik. Industri rumah tangga yang berkembang di kota Gresik memproduksi berbagai macam jenis kebutuhan masyarakat kota Gresik sendiri seperti; konveksian tas, sarung, baju koko, dll.

Kota Semen

Seperti yang dibahas sebelumnya bahwa kota Gresik memiliki banyak sekali pabrik-pabrik besar, salah satunya adalah PT Semen Gresik (Persero) Tbk. PT Semen Gresik (Persero) Tbk. merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri semen. Diresmikan di Gresik sejak tanggal 7 agustus 1957 oleh Presiden Soekarno yang kemudian pada tanggal 8 Juli 1991 tercatat sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Selain di kota Gresik PT Semen Gresik (Persero) Tbk. saat ini juga memiliki dua anak perusahaan lain yang tersebar di pulau Sumatra dan pulau Sulawesi yakni Semen Padang yang berlokasi di Indarung, Sumatera Barat dan Semen Tonasa berlokasi di Pangkep, Sulawesi Selatan.

Saat pertama kali berdiri, pabrik semen ini memanfaatkan bahan baku alam yang tersedia di kota Gresik, tanah kuning sebagai bahan baku utama pembuatan semen. Seiring berjalannya waktu, pabrik semen mulai kewalahan memasok permintaan semennya karena bahan baku alam yang tersedia di kota Gresik mulai menipis sedangkan permintaan semen semakin meningkat. Akhirnya PT Semen Gresik (Persero) Tbk. melebarkan sayapnya memproduksi Semen Gresik di Tuban, Jawa Timur. Meskipun Semen Gresik tidak lagi diproduksi di kota Gresik melainkan di kota Tuban, brand produk PT Semen Gresik (Persero) Tbk. sebagai pemasok semen terbesar di Indonesia tersebut tetap abadi, Semen Gresik.

***

Bisa kita simpulkan bukan, berapa banyak nama yang tersandang untuk sebuah kota kecil namun besar, kota gersang namun asri ini. Kota Pudak, kota Wali, kota Santri, kota Beriman, kota Bandeng, kota Industri, kota Semen, dan yang terakhir adalah kota Kelahiran beribu-ribu jiwa manusia serta kota Kelahiranku.eNTe

  1. Walisongo                 : 9 Kekasih Allah yang dikenal di pulau jawa
  2. Pesarean                  : Makam
  3. Malem selawe           : Malam 25
  4. Malem songolikur     : Malam 29
Iklan

4 thoughts on “Kota Gresik, Kota Beribu Nama

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s