Hargamu Cuma 10Rb Perak

Benar-benar sangat mengenaskan jika melihat betapa gagahnya baju kebesaran dan kendaraan patroli yang selalu engkau pakai. Tetapi itulah kenyataannya, Hargamu cuma sebesar Rp 10.000,-.

Sedikit cerita kawan-kawan,,,, Malam ini sekitar pukul sebelas malam, setelah selesai rapat evaluasi acara FAST JATIM 2012 (Festival Akbar Santri se Jawa Timur) yang kebetulan saya menjadi salah satu panitianya, salah satu temen panitia lainnya mau bareng pulang ke kosannya, karena kebetulan saya juga kosong gak ada tebengan, akhirnya saya pun bersedia menebengi temen saya tersebut tanpa persiapan “helm” karena memang sebulumnya tidak berencana menebengi atau mbarengi orang.

Ternyata, tanpa undangan dan pemberitahuan sebelumnya, setelah saya melewati perempatan kampus sebelah danau yang saya lewati, telah bersiap siaga satu mobil polisi beserta beberapa awaknya. Motor sayapun tak luput dari cegatan para polisi tersebut.

Sampai ditepi jalan, yang memang kurang dari pencahayaan lampu alias remang-remang, salah satu pak polisi tersebut langsung membrondong saya.

Pertanyaan pertama adalah “Kenapa belum waktunya jalan kog udah jalan?”

(padahal jelas-jelas saya tadi jalan setelah lampu ijo) -.-a

“Udah lampu ijo kog pak” sanggah saya.

(Nampaknya polisi tadi kecele)

“Trus mana helmnya?” dengan mengalihkan pertanyaan pertama, seolah pak polisi tadi sudah lupa akan pertanyaan pertamanya.

“Iya pak gak ada, soalnya ini nebengin temen pulang abis dari acara di kampus” Jawab saya.

“Iya, saya tau kamu dari kampus tadi, tapi emang boleh ya mengendarai motor tanpa memakai helm. Punya SIM? mana surat-suratnya komplit gak?” Tanya pak polisi lagi sambil mengajak ke tempat yang lebih gelap lagi.

“Iya ada pak” Sambil membuka tas dan mengambil SIM yang kebetulan kemaren-kemaren hari pinjem SIMnya temen KKN, dan juga STNK yang juga kebetulan sudah mati dua bulan yang lalu dan belum diurus karena nunggu BPKB yang hilang, dan ngurus BPKBnya masih butuh proses yang lama.

Karena ditempat yang gelap, saya dengan PDnya mengeluarkan dan memberikan  SIM dan STNK yang seandainya kedok saya terbongkar pasti akan semakin runyam urusannya.

Dengan membawa SIM pinjaman dan STNK saya yang mati tersebut pak polisi itu langsung mengajak ke arah yang lebih gelap lagi, sambil buka pintu mobil polisi dan memegang surat tilang.

“Jadi sampean mau bayar disini atau sidang?” tanya pak polisi itu langsung.

Meskipun sudah punya niatan mau sidang, karena yakin para polisi tersebut tidak punya surat tugas malam-malam hari yang resmi, saya menanyakan berapa uang yang harus saya bayar kalau saya memilih bayar di tempat ini.

“Kalau bayar disini berapa pak?” tanya saya.

“Lima Puluh saja.” Jawab pak polisi dengan lugas dan jelas.

“Oh kalau gitu sidang saja pak” jawab saya lagi.

“Beneran mau sidang? kalau sidang, dengan kesalahan pengemudi karena dengan sengaja membonceng penumpang yang tidak memakai helm disini sudah tertulis melanggar pasal dan dendanya” (sambil menunjuk angka Rp 250.000,- yang tertera di kertas tilang tersebut)

“Iya sidang saja pak, emang kalau sidang tanggal berapa pak?” tanya saya dengan yakin.

“kalau sidang, besok tanggal 14 Desember” Jawab pak polisi tersebut sambil kelihatan menulis sesuatu di kertas tilang pada kegelapan di dalam mobil.

“Sampean gak mau bayar mbak, cuma Lima Puluh saja kog?” tanya pak polisi itu lagi.

“Gak pak, gak punya uang, di dompet saya aja gak ada isinya duit, paling ada uang receh di tas tok buat jajan tadi” jawab saya dengan memutar otak kira-kira enaknya berbohong berapa ya jumlah uang saya di tas? (Aslinya ada Rp 46.000,- kembalian setelah beli minuman tadi sore) setelah melihat gelagat pak polisi tadi yang memang mau melepas kita.

“Gak mau pinjem temennya saja, emang ada berapa uang yang dipegang?” tanya pak polisi beneran.

“Sepuluh pak.” keceplosan…..

“Ya wes sini, lain kali jangan diulangi lagi.” ujar pak polisi sambil mengembalikan SIM pinjaman dan STNK mati saya.

Pak polisi, seandainya engkau benar-benar menjalankan tugas dengan jujur, pasti saya akan merasa sangat bersalah sudah berbohong dan melakukan kesalahan besar dengan meminjam SIM serta memakai motor yang pajaknya belum dibayar dua bulan. Tapi, melihat kelakuan engkau yang sangat, lebih, over, tidak jujur dengan bermodal seragam kebesaran serta mobil polisi memalak orang dimalam hari membuat saya sedikitpun tidak merasa bersalah.

Ya Allah, Maafkan segala perbuatan saya dan pak polisi tadi ya Allah

Amieennnn….

Iklan

16 thoughts on “Hargamu Cuma 10Rb Perak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s