Mencabut Jamur “Korupsi” Secara Serempak

Tema: “Andai Aku menjadi Ketua KPK (Komisi Pembrantasan Korupsi)”

Mencabut Jamur “Korupsi” Secara Serempak

“Korupsi” merupakan satu kata yang cukup tabu diucapkan tapi sangat akrab di telinga kita sebagai warga Negara Indonesia. Suatu praktek penggerogotan aset dan keuangan negara yang merupakan perilaku buruk dan tidak bermoral kepada rakyat.

Banyak sekali kasus korupsi yang terus melanda negeri tercinta ini. Adanya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang terus melakukan pemberantasan terhadap korupsi masih belum sanggup untuk menumpas korupsi secara tuntas. Silih berganti kasus korupsi bermunculan bagaikan jamur yang sangat cepat berkembang pada musim penghujan. Jamur-jamur itu tidak akan pernah bersih jika tidak dicabut langsung dengan akarnya secara serempak sehingga tidak ada lagi yang mampu tumbuh dan berkembang.

Perlu strategi baru yang dilakukan oleh KPK untuk memberantas korupsi secara serempak hingga ke akarnya sampai bersih. Dan hal tersebut hanya dapat dilakukan oleh seorang ketua KPK yang memiliki kewenangan dan otoritas memimpin dan menggerakkan seluruh personilnya untuk memberantas korupsi secara tuntas. Maka dalam hal ini seandainya saya, seorang rakyat biasa yang memiliki keinginan untuk menegakkan keadilan dan kebenaran di negara yang tercinta ini, menjadi seorang ketua KPK, saya akan membuat suatu gebrakan-gebrakan agar nama Bangsa Indonesia menjadi bersih dari Korupsi.

Gebrakan pertama yang akan saya lakukan sebagai ketua KPK adalah menambah sedikit peraturan kepegawaian yang bekerjasama dengan Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI untuk mewajibkan seluruh pegawai baik Negeri maupun Swasta mulai dari elemen terbawah sampai elemen tertinggi di Indonesia membuat suatu surat pernyataan tertulis dengan materai Rp 6.000 yang berisi kebersediaan untuk tidak melakukan tindak korupsi sekecil apapun, dengan konsekuensi dan hukuman yang terlampir pada surat pernyataan tersebut. Apabila terdapat pegawai yang tidak bersedia dan menolak untuk membuat surat pernyataan tersebut maka dapat diindikasikan bahwa pegawai tersebut sedang terlibat dengan tindak korupsi. Maka secara terpaksa pegawai tersebut dapat diberhentikan dan diselidiki keterkaitannya dengan korupsi.

Efek dari adanya surat pernyataan tersebut memang tidak akan lansung dapat dilihat, tetapi setidaknya dengan adanya surat pernyataan tertulis dan bertanda tangan pribadi yang bermatrai tersebut seseorang secara tidak langsung telah diperingatkan untuk tidak melakukan korupsi dan berjanji untuk menepatinya. Karena korupsi sendiri bermula dari seseorang yang telah lalai hatinya dan tidak ada orang lain yang mengingatkan kelalaiannya tersebut.

Gebrakan kedua yang akan saya lakukan adalah bekerja sama dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk melakukan perekrutan besar-besaran personil baru. Personel baru tersebut dibutuhkan sebagai tim audit rutinan tiap bulan di setiap instansi atau lembaga. Mekanismenya adalah tim audit dari BPK akan didampingi oleh tim KPK untuk mengaudit keuangan instansi atau lembaga sebulan sekali, tanpa menunggu terciumnya kasus korupsi terlebih dahulu baru melakukan pengauditan. Oleh karena itu dibutuhkan banyak tim audit yang masing-masing tim diamanati untuk mengaudit maksimal 3 instansi atau lembaga saja agar proses pengauditan dapat dilakukan secara optimal.

Gebrakan ketiga yang akan saya lakukan adalah menetapkan hukuman yang sangat berat kepada para koruptor dan mempublikasikan secara besar-besaran nama-nama koruptor tersebut melalui berbagai media. Salah satu hukuman berat tersebut adalah memotong tangannya disertai denda yang sangat besar. Hal ini dilakukan supaya koruptor tersebut malu karena perbuatan kotornya yang akan terus  membekas, dan juga sebagai efek jera bagi orang lain yang melihatnya sehingga tidak akan melakukan korupsi.

Demikianlah gebrakan-gebrakan yang akan saya lakukan seandainya saya menjadi seorang ketua KPK. Terkadang memang yang tertulis itu sangat mudah dipahami tetapi sangat sulit untuk diterapkan. Tetapi jika kita semua mempunyai kepedulian serta keinginan untuk mewujudkan bangsa Indonesia yang tercinta ini menjadi bersih dari jamur-jamur “korupsi” hal yang sangat sulit sekalipun akan menjadi sangat mudah.

Mari kita dukung KPK dalam memberantas K.O.R.U.P.S.I…!

Iklan

3 thoughts on “Mencabut Jamur “Korupsi” Secara Serempak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s