Orasi Ilmiah Chairul Tanjung (CT) si Anak Singkong di Unair

Membangun Kewirausahaan Guna Membawa Indonesia Menuju Kancah Dunia

Orasi ilmiah ini disampaikan pada rapat terbuka senat Universitas Airlangga, dalam rangka Dies Natalis Universitas Airlangga ke-58 pada hari Pahlawan, 10 November 2012, di Aula Garuda Mukti Universitas Airlangga Kampus C.

 ***

Indonesia saat ini telah termasuk dalam kelompok Negara berpendapatan menengah dunia. Kita berada di jalur perdagangan terpadat di dunia. Indonesia berada di kawasan yang sangat dinamis secara ekonomi.

Indonesia juga telah membuktikan daya tahan terhadap krisis global yang terjadi di tahun 2008/2009. Indonesia menjadi salah satu dari sedikit Negara di dunia dan kawasan ini yang tetap memiliki tingkat pertumbuhan positif-bersama India dan Cina. Hal ini memperbaiki posisi relatif Indonesia dalam tataran pembangunan ekonomi Negara-negara di dunia. Indonesia dipandang sebagai satu Negara yang memiliki daya tahan (resiliensi) atas gejolak ekonomi dunia. Indonesia memiliki pasar dalam negri (domestic) yang kuat, dan karenanya menjadi katup pendorong gerak ekonomi nasional ketika perekonomian dunia sedang gejolak.

Dalam konteks teersebut, Indonesia saat ini berada di jalur (path) menuju Negara maju. Itu bukan mimpi. Indonesia yang maju, modern, dengan tingkat kesejahteraan penduduk yang merata, merupakan cita-cita bangsa. Cita-cita ini juga adalah amanat pembukaan UUD 194. Seringkali kita melafalkan Pembukaan UUD 1945 tersebut secara lantang, namun beberapa saat kemudian tidak percaya bahwa Indonesia akan mampu menjadi negara maju, modern, dengan tingkat kesejahteraan penduduk yang merata. Ketika visi Indonesia 2030 diluncurkan pada tahun 2007 yang lalu, banyak yang merasa skeptic dengan proyeksi-proyeksi yang disampaikan. Padahal kenyataannya lima tahun kemudian mendapatkan per kapita Indonesia berada di atas proyeksi tahun 2007 tersebut.

Cita-cita dan keyakinan menjadi negara maju seyogyanya mewarnai gerqak hidup kita. Cita-cita dan keyakinan tersebut haruslan menjadi visi menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara.

***

Indonesia memang berada di jalur menuju negara menuju Negara maju. Namun jangan salah, menjadi Negara maju tersebut tidaklah otomatis, tidak akan terwujud dengan sendirinya. Indonesia menghadapi banyak tantangan dan pekerjaan rumah.

Visi Indonesia 2030 yang lalu telah menunjukkan bahwa Indonesia akan menjadi negara maju dengan memanfaatkan kekayaan alam yang ada. Kekayaan ala mini bukan hanya sekedar Sumber Daya Alam. SDA (Natural Resources) memang adalah komponen penting dari kekayaan alam Indonesia. SDA merupakan bahan mentah yang menjadi anugrah Tuhan (endowment) yang harus kita gunakan untuk menciptakan nilai tambah, dan pada gilirannya memperbaiki kesejahteraan. Namun kekayaan alam Indonesia bukan saja SDA.

Posisi geografis idonesia juga adalah kekayaan alam Indonesia. Posisi sepanjang garis khatulistiwa menjadikan Indonesia memiliki iklim tropis sepanjang tahun. Indonesia juga berada siantara tiga region dengan perdagangan yang pesat, yaitu Asia selatan, Asia timur, dan juga Australia-NZ. Posisi tersebut memungkinkan Indonesia mengambil tempat dalam rantai produksi global, di kancah dunia.

Namun kekayaan alam Indonesia juga tidak, dan bukan hanya SDA dan posisi grafis. Kekayaan alam Indonesia juga adalah seluruh lingkungan alam yang ada, berikut semua yang tumbuh dan hidup di alam tersebut. Dataran, pulau, laut, dan seluruh bentang alam yang ada, adalah kekayaan alam Indonesia. Seluruh flora dan fauna yang hidup di alam Indonesia adalah juga kekayaan alam Indonesia. Seluruh manusia Indonesia, dengan segala karakteristik, budaya, dan pola pikirnya adalah juga kekayaan alam Indonesia.

Penduduk dan orang Indonesia menempati posisi sentral dalam pembangunan kita. Jumlah penduduk yang besar akan menjadi modal, karena itu kita harus selalu dalam keyakinan bahwa kualitas penduduk harus terus diperbaiki. Pola piker bangsa Indonesia yang ingin menciptakan keluarga sehat dan sejahtera, telah membawa perbaikan kualitas penduduk. Kalau diawal tahun 1970an seorang ibu secara rata-rata memiliki lima orang anak, maka ditahun 2000an ini seorang ibu memiliki sekitar 2-3 orang anak saja. Keluarga Indonesia memiliki kemampuan untuk memperbaiki kualitas pendidikan, kesehatan, dan kualitasSDM secara menyeluruh. Keluarga Indonesia saat ini memiliki kesempatan menabung yang lebih besar dibandingkan keluarga Indonesia dimasa lampau.

Struktur penduduk Indonesia mulai berubah. Dimasa depan, kita tidak lagi menghadapi masalah baby boom. Kita menghadapi masalah yang berbeda, yang belum pernah kita hadapi dimasa lalu. Masalahnya pertama adalah penuaan penduduk (aging population). Dengan membaiknya kualitas kesehatan kita, maka, penduduk kita hidup makin lama, Lansia adalah fenomena masa depan. Disekitar tahun 2023, jumlah penduduk berusia 65 tahun ke atas akan sama banyaknya dengan jumlah penduduk balita kita. Pertanyaannya ialah mampukah kita menciptakan penduduk lansia yang sehat dan produktif? Kita harus mendalami masalah lansia bukan saja dari sisi pembangunan sosial, namun lebih penting lagi ialah dari sisi pembangunan ekonomi.

Kedua adalah masalah urbanisasi, Indonesia mengalami proses urbanisasi yang sangat cepat. Bukan saja dipicu oleh perpindahan penduduk secara fisik dari desa ke kota, namun juga merupakan hasil dari pembangunan daerah secara komprehensif. Ketika pembangunan ekonomi meningkatkan pendapatan, maka gaya dan kebutuhan hidup juga berubah. Di tahun 2025 nanti, dua pertiga dari penduduk Indonesia akan hidup didaerah dengan karakteristik perkotaan. Mereka membutuhkan infrastruktur perkotaan. Dapatkah perekonomian kita menyediakannya? Dan lebih penting dari itu dapatkah kita menciptakan kota-kotayang tetap ramah kepada lingkungan, ramah kepada seluruh golongan masyarakat, kota yang ingklusif.

***

Indonesia menuju negara maju memang tidak lepas dari berbagai kebijakan pemerintah. Terhadap tantangan-tantangan pembangunan jangka panjang seperti yang disampaikan diatas, kita akan selalu dan selalu bertanya apa yang akan dilakukan oleh pemerintah. Kebijakan pemerintah memang dapat mempengaruhi seluruh sendi kehidupan berbangsa dan bernegara kita.

Pemerintah juga memegang peranan penting dalam upaya kita bersama meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun demikian ada satu hal  penting yang perlu disampaikansecara eksplisit dalam kesempatan ini. Dinegara yang makin lama semakin maju, maka proporsi peran pemerintah dalam penciptaan kesejahteraan ini semakin kecil.

Peningkatan kesejahteraan, yang merupakan akibat dari peningkatan pendapatan, peningkatan nilai tambah, peningkatan penjualan, peningkatan konsumsi, dsb., adalah esensi dari peningkatan aktivitas dunia usaha. Ketika dunia usaha tumbuh makin cepat, maka akan terjadi peningkatan kesejahteraan bagi Bangsa Indonesia. Peran Pemerintah secara hakiki adalah memperbaiki iklim usaha yang memungkinkan dunia usaha untuk melakukan proses produksi dapat menciptakan barang dan jasa yang diperlukan oleh seluruh penduduk, menyerap tenaga kerja sebesar mungkin, dan tentunya membayar pajak.

Sejalan dengan Indonesia menjadi negara maju, dunia usaha Indonesia perlu memainkan peran yang lebih besar di tataran dan kancah global. Disisi lain, transformasi ekonomi Indonesia juga menuntut dunia usaha Indonesia untuk lebih dari melakukan kegiatan prduksi dan pemrosesan, namun lebih lanjut lagi ke kegiatan distribusi dan branding. Transformasi ekonomi menuju perekonomian yang bertumpu di sector jasa akan menjadi satu cirri Indonesia sebagai Negara maju.

***

Pertumbuhan dunai usaha memerlukan seperangkat faktor produksi: capital, tenaga kerja, dan satu yang sangat penting ingin diurai lebih lama adalah jiwa kewirausahaan.

Apa Hakekatnya Seorang menjadi Seorang Wira Usaha?

Seseorang menjadi wirausaha sejati ketika ia mencintai apa yang sedang ia kerjakan. Pekerjaan itu adalah bagian dari dirinya. Mengerjakan sesuatu yang ia sukai, ia menjadi focus, disiplin dan bekerja keras. Seorang wirausaha sangat mungkin bertemu dengan kegagalan, bahkan mungkin berkali-kali dalam perjalanannya. Namun karena pekerjaan itu adalah bagian dari dirinya, maka ketika ia menemui kegagalan, ia tidak berhenti namun segera berkreasi untuk mencari cara lain menyelesaikan pekerjaannya. Kecintaannya pada pekerjaan yang sedang dilakukan, cara pandang terhadap kegagalam, dan focus, disiplin, dan bekerja mewujudkan kreativitas dan inovasi, adalah elemen dasar jiwa kewirausahaan.

Kreativitas dan inovasi adalah kunci Indonesia menjadi Negara maju. Jika dimasa lalu kita selalu yakin dengan pentingnya produktivitas, maka ke masa depan ini produktivitas itu saja tidak cukup. Kreatif dan inovatif menjadi kata kunci menjadi wirausaha

Apa artinya menjadi kreatif dan inovatif? Paling tidak ada tiga pola piker yang terkait dengan hal ini.

  • Pertama adalah selalu berupaya mewujudkan kesempurnaan, menyelesaikan tuntas. Kreatif dan inovatif adalah ketika solusi diyakini mencakup semua masalah yang masih mungkin timbul.
  • Kedua adalah jiwa untuk tidak pernah menyerah. Sampaikanlah kalimat “Saya tidak pernah gagal, hanya belum berhasil.” Jiwa kreatif akan mencari cara lain untuk mengatasi permasalahan yang timbul.
  • Ketiga adalah berfikir “Out of the box”. Mencari alternatif, upaya lain, rute yang berbeda, cara pandang dan pendapat alternatif, dsb.

Kreatif dan inovatif memang adalah kunci sukses, meskipun tidak selalu dipastikandemikian. Sukses kadang dipersepsikan sebagai satu situasi terbaik, dan jalan terdekan menuju titik sukses tersebut dari situasi saat ini, diperoleh dengan garis lurus. Ini sama sekali tidak benar. Jalan menuju sukses bukanlah garis lurus. Sukses bukanlah konsep yang linier: setelah setiap elemen dipenuhi maka kesuksesan akan pasti ditemui. Jalan menuju sukses hampir pasti berliku, naik-turun, dan kadang berputar-putar. Kesuksesan diperoleh setelah kegagalan di satu strategi mengharuskan kita kemudian melewati jalan alternatif, rute yang berbeda, menerapkan cara pandang alternatif, thingking out of the box,

Kreatif dan inovatif juga memiliki keterkaitan erat dengan keaslian (originalitas). Suatu yang original, yang belum terpikirkan atau tergarap oleh orang lain member peluang yang tidak terhingga. Originalitas member kesempatan menciptakan nilai tambah yang tidak diciptakan oleh orang lain. Originalitas bisa saja dibentuk sebagai perbaikan dari apa yang sudah ada sebagai improvement. Namun originalitas juga menuntut wirausaha sejati untuk secara serius memperhatikan gebyar pemasaran (marketing hype). Produk atau jasa yang original membutuhkan pemasaran yang serius. Seorang wira usaha yang inovatif akan mencari bentuk pemasaran produk yang memungkinkan masyarakat melihat, dan membuat masyarakat menyetujui apa yang ia produksi.

***

Dunia usaha yang diisi oleh wirausaha yang kreatif dan inovatif merupakan cita-cita Indonesia yang maju. Dunia usaha yang seperti ini yang akan mendorong transformasi perekonomian Indonesia dari perekonomian yang berbasiskan sumber daya alam dan buruh murah menjadi perekonomian yang berbasiskan sumber daya manusia dan pengetahuan (knowledge). Dan pengetahuan adalah sumber kesejahteraan yang tidak ada habisnya.

Universitas memiliki andil yang sangat besar membentuk perekonomian yang berbasiskan sumber daya manusia dan pengetahuan. Selama ini universitas telah menjadi tempat untuk mendidik putra-putri bangsa agar memiliki pengetahuan dan kemampuan nalar yang memadahi untuk ikut dalam pembangunan ekonomi.

Namun demikian kita ketahui pula bahwa lulusan universitas juga tidak sepenuhnya memiliki jiwa kewirausahaan yang cukup. Ini perlu diperkuat lagi dalam kurikulum pendidikan tinggi. Perguruan tinggi perlu menghasilkan lebih banyak lagi wira usaha muda, yaitu mereka yang bersedia membuka usaha, menggeluti bisnis yang membuka lapangan pekerjaan, sebagai pilihan mereka memperbaiki kesejahteraan.

Dengan sadar sepenuhnya bahwa jiwa kewirausahaan tidak dapat sekedar diajarkan didalam kelas atau laboratoeium tertutup. Jiwa kewirausahaan seyogyanya terpupuk dalam rangkaian aktivitas nyata yang kemudian mengasah kemampuan tersebut secara alamiah. Universitas seyogyanya menyediakan pula forum dan media yang diarahkan untuk mendorong penguatan jiawa kewirausahaan.

Dunia usaha pun memiliki kewajiban mengasah jiwa kewirausahaan di Indonesia. Perusahaan yang telah mapan dapat mengasah jiwa kewirausahaan bagi generasi muda. Erbagai bentuk pendampingan dapat dirumuskan, dan telah menjadi topic utama dari berbagai kegiatan tanggung jawab sisial perusahaan. Penguatan jiwa kewirausahaan sesungguhnya juga bisa dilaksanakan sebagai bagian dari bisnis perusahaan. Model pendampingan bapak angkat dalam konteks penyediaan bahan baku produksi, misalnya, dapat digunakan untuk memperkuat jiwa kewirausahaan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s