Dusun Boleh Terisolir, Tapi Kehidupan Harus Tetap Berlangsung

      Desa Sawohan merupakan salah satu dari 15 desa yang terletak di Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo. Desa ini memiliki dua Dusun, yaitu Dusun Kepetingan dan Dusun Sawahan dengan luas wilayah keseluruhan sebesar 940,594 Ha dan luas pemukiman sebesar 10,844 Ha. Desa Sawohan berada pada ketinggian empat meter dari permukaan laut dengan curah hujan sebesar 2000 mm/th dan suhu udara rata-rata 30oC. Jarak Desa Sawohan dari pusat pemerintah kecamatan sejauh 8 km dan jarak dari ibukota kabupaten sejauh 12 km.

        Desa Sawohan dibatasi oleh beberapa desa yakni: sebelah Utara dibatasi oleh Desa Damarsi, Desa Pepe, dan Desa Kalanganyar; sebelah Selatan dibatasi oleh Desa Sekardangan, Desa Pucanganom, dan Desa Prasung; sebelah Barat dibatasi oleh Desa Prasung dan Desa Damarsi; sedangkan sebelah Timur dibatassi oleh Desa Kalanganyar dan langsung Muara laut.

       Dusun Kepetingan yang saya rekomendasikan sebagai salah satu Dusun yang harapannya dapat menerima Sapi gratis dari Extra Joss melalui Viva-Log merupakan salah satu daerah terpencil yang terdapat di Kabupaten Sidoarjo. Secara geografis Desa Kepetingan terletak tepat di ujung Utara Wilayah Sidoarjo. Jumlah kepala keluarga (KK) yang terdapat di Dusun Kepetingan sebanyak 105 dari 876 KK yang ada di Desa Sawohan.

         Dusun Kepetingan dapat dijangkau melalui dua jalur yakni: jalur darat dan jalur sungai. Namun, jalur darat hanya dapat dilalui menggunakan kendaraan roda dua pada saat musim kemarau. Hal ini karena jalan menuju Dusun tersebut hanya dapat ditempuh dengan melewati pematang tambak yang lebarnya kurang lebih hanya 30cm. Disamping itu, tidak semua orang dapat melalui jalur darat karena kondisi pematang tambak sempit dan tidak rata. Apabila tidak berhati-hati maka kemungkinan jatuh ke tambak sangat besar. Selain kondisi jalan yang tidak mudah dilewati, tidak ada penunjuk jalan menuju Dusun Kepetingan, sehingga apabila baru pertama kali menuju Dusun tersebut tanpa didampingi warga sekitar, kemungkinan tersesat hingga desa lain sangat besar.

         “Hati-hati Mbak, Kalau sampean sendirian bisa tersesat di Desa Pepe atau Desa Kalanganyar. Kapan hari ada orang dari Desa Gedangan mengambil STNK yang jatuh di Kepetingan, berangkat jam 8 pagi tiba disana maghrib. Ternyata dia tersesat di Desa Pepe).” Pesan Bapak Nurul, Kepala Desa Sawohan 2012, sebelum berangkat ke desa kepetingan dengan menggunakan jalur darat.

       Waktu yang ditempuh melalui jalur darat sekitar 30 – 45 menit dengan kecepatan rata-rata 20 km/jam, sedangkan waktu yang ditempuh melalui jalur sungai dengan perahu motor sekitar 45-60 menit. Meskipun waktu yang ditempuh melalui jalur sungai lebih lama namun keamanan lebih terjamin dan pemandangan di sekitar sungai masih relatif hijau.


Gambar
.1 Perjalanan melalui jalur sungai menuju Dusun Kepetingan.

       Sungai yang dilewati untuk menuju Dusun Kepetingan ini memiliki lebar kira-kira 20 meter, dengan air keruh berwarna kecoklatan. Kiri kanan sungai ditumbuhi pohon-pohon yang rindang, daun-daunnya menyentuh permukaan sungai dari ranting yang berebut menjuntai ke bawah. Kondisi ini membuat saya serasa berada di alam Kalimantan yang terkenal dengan  sensasi sungai-sungainya yang eksotik. Dari kejauhan nampak burung Bangau hinggap di ranting pohon. Celotehnya  bersahut-sahutan mengiringi suara  motor perahu membuat perjalanan semakin mengasyikkan.


(a)


(b)

Gambar.2 (a) dan (b)Pemandangan sepanjang perjalanan menuju Dusun Kepetingan.

         Seandainya potensi keindahan alam ini dapat ditangkap sebagai aset yang bisa dikembangkan oleh pihak pemerintahan setempat, maka tidak menutup kemungkinan Dusun Kepetingan bisa menjadi salah satu tempat wisata alam yang akan banyak diminati dan dikunjungi oleh para pecinta keindahan alam. Sayangnya sampai sekarang pihak pemerintahan masih belum memanfaatkan aset berharga tersebut.

      Setelah sampai di daratan Dusun Kepetingan, terlihat beberapa infrastruktur sederhana sudah dibuat oleh warga. Warga membuat dermaga dengan menggunakan kayu dan bambu di beberapa titik pinggir sungai. Titik itu dapat tersambung dengan jalur darat menuju ke beberapa tempat di Dusun kepetingan. Para pengguna perahupun bisa memilih akan berlabuh di mana.


Gambar
.3 Salah satu dermaga pemberhentian perahu di Dusun Kepetingan.

       Jauhnya lokasi Dusun Kepetingan dan juga sulitnya sarana transportasi membuat harga barang yang dijual lebih mahal. Sebagai gambaran apabila masyarakat hendak merenovasi rumah maka biaya yang harus dikeluarkan bisa mencapai tiga kali lipat biaya normal. Mahalnya biaya yang dikeluarkan karena semua bahan bangunan diangkut dengan perahu dan bahan yang dibutuhkan lebih banyak tiga kali lipat. Hal tersebut karena dibutuhkan pondasi yang kuat untuk mendirikan bangunan di wilayah Dusun Kepetingan. Apabila tidak demikian, bangunan dapat ambles dan dinding menjadi tidak kedap air.


Gambar
.4 Bahan bangunan menuju Dusun Kepetingan diangkut menggunakan perahu motor.

       Sebagian besar masyarakat Kepetingan, bekerja sebagai buruh tambak. Meskipun berada di kawasan perbatasan dengan kota Surabaya, sebagai ibukota Propinsi Jawa Timur, namun dusun ini mendapat predikat dusun terpencil. Kondisi ini semakin diperparah dengan tidak adanya fasilitas umum yang memadai dan layak, seperti fasilitas kesehatan dan fasilitass pendidikan.


Gambar
.6 Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) yang terlihat hampir setiap hari tertutup rapat.

      Fasilitas kesehatan yang sangat minim, atau bahkan nyaris tidak ada tersebut membuat warga jarang memperoleh pelayanan kesehatan. Mereka hanya menerima pelayanan kesehatan dua kali seminggu, Senin dan Kamis dari petugas Puskesmas Buduran. Jadi, seandainya terdapat warga yang sakit selain hari Senin dan Kamis, maka warga tersebut harus menunggu sampai hari Senin dan Kamis, atau jika membutuhkan pelayanan kesehatan mendadak, seperti melahirkan, warga memilih pergi ke kota menggunakan perahu.


Gambar
.7 Kunjungan bidan desa dan petugas puskesmas Buduran ke Dusun Kepetingan dengan naik perahu.

       Sekali lagi pemandangan yang unik dari Dusun Kepetingan ini adalah tampak dua baris rumah berderet yang saling membelakangi. Baris pertama tapak langsung menghadap sungai, dan baris kedua langsung menghadap tambak. Salah satu bangunan yang terlihat menghadap sungai adalah sekolahan SD/SMP Satu Satu Atap Dusun Kepetingan. Sedangkan yang terlihat menghadap tambak selain rumah warga adalah bangunan Playgroup.

      Satu-satunya Playgroup di Dusun Kepetingan sebenarnya sama sekali kurang layak mendapat sebutan “Playgroup” (Grup Bermain) karena sarana permainan seperti ayunan, papan meluncur, atau jungkitan, masih belum tersedia dengan layak disana.


Gambar.
8 Tembok belakang SD/SMP Satu Atap Dusun Kepetingan, satu-satunya sekolahan yang ada di Dusun Kepetingan.

          SD/SMP Satu Atap Dusun Kepetingan, merupakan bangunan bersama yang digunakan untuk SD dan SMP. Satu kelas biasanya harus disekat dengan sebuah papan agar dapat digunakan mengajar dua kelas sekaligus. Kelas tersebut kurang kondusif, karena tidak menutup kemungkinan kelas yang satu akan terganggu suara gaduh oleh kelas sebelahnya.


Gambar.
9 Suasana kelas enam SD (sebelah kiri) dan kelas dua SD (Sebelah kanan) SD/SMP Satu Atap Dusun Kepetingan

      Berbagai macam problematika yang melanda warga Dusun Kepetingan lantas tidak membuat mereka berhenti untuk melanjutkan kehidupan. Jauh dari peradapan kota malah membuat mereka semakin kreatif. Mulai dari mengolah makanan yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan makan, sampai menyiapkan segala sesuatu untuk melengkapi keperluan sehari-hari. Salah satu contoh yang terlihat adalah dibangunnya beberapa sumur Bor dan WC umum untuk memenuhi kebutuhan air tawar di daerah tersebut yang notabene-nya berair asin karena dekat dengan pesisir pantai.


Gambar.10 Salah satu sumur bor dan WC umum yang terdapat di Dusun Kepetingan

       Selain itu, meskipun jauh dari peradapan kota, warga Dusun Kepetingan juga selalu menyelenggarakan dan memperingati hari-hari besar seperti halnya dusun-dusun lain pada umumnya. Contohnya Hari Raya Qurban yang dalam waktu dekat ini akan segera berlangsung, yakni tanggal 26 Oktober besok, pada tahun-tahun sebelumnya warga Dusun Kepetingan juga menyelenggarakan pemotongan hewan kurban meskipun hewan kurban yang dipotong hanya minim.

       “Kegiatan Idhul Qur’ban tetap diselenggarakan di Dusun Kepetingan, akan tetapi hewan qur’ban sangat minim sebab mayoritas penduduknya berada dibawah garis kemiskinan. Semoga mbaknya berhasil menang, dan Dusun Kepetingan terpilih menjadi salah satu Dusun penerima sapi dari Extra Joss, Amien.” Ungkap Pak Kades saat mengetahui niat saya akan mengikuti lomba ini.eNTe

  1. Nama : Bpk. Nurul
    Jabatan : Kepala Desa Sawohan 2012
    No. Telp : 085748667224
  2. Nama : Bpk. Sutrisno
    Jabatan : Kepala Dusun Kepetingan 2012
    No. Telp : 081703358315

Nama Lengkap : Ni’matut Tamimah
Alamat Email : nimatuttamimah@gmail.com
Akun Twitter : @entegila

Iklan

7 thoughts on “Dusun Boleh Terisolir, Tapi Kehidupan Harus Tetap Berlangsung

  1. Wah. kamu baik banget ya! hehee
    sungguh ironi saat para wakil rakyat kita duduk nikmat. Rakyat kita masih harus berjuang dengan keterasingan.
    Semoga tulisan Anda dibaca oleh pemerintah dan semoga pemerintah bisa bertindak guna membangun jalur akses yang lebih mudah. Utamanya jalur darat.
    amiinn..

    😎 salam 2PAI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s