Gagal Menjadi Polwan, Sukses Menjadi Perawat

Setiap anak kecil pasti mempunyai cita-cita dimasa depan. Jadi apakah kelak? Pingin jadi dokter, pingin jadi presiden, pingin jadi penyanyi, pingin jadi penari, dll. Berbagai macam dan jenis profesi akan dipilih oleh setiap anak kecil yang sesuai dengan minatnya. Demikian juga Rizka Uhtia Manfaati, wisudawan terbaik Fakultas Keperawatan (FKp), semasa kecil dia ingin menjadi seorang Polisi Wanita (Polwan), tetapi sayang karena tinggi badannya yang tidak memenuhi standart minimal syarat menjadi Polwan, akhirnya cita-citanyapun harus terkubur.

Setelah mengetahui impiannya menjadi Polwan tidak mungkin tercapai, Risqun , panggilan akrab Rizka Uhtia Manfaati, beralih pilihan menjadi seorang Dokter. Tapi ternyata takdir juga tidak mengizinkan Risqun menjadi seorang Dokter. Ketika sampai pada masa penerimaan mahasiswa baru, Risqun yang memilih Fakultas Kedokteran sebagai pilihan pertamanya melalui jalur PMDK Prestasi kembali gagal, tetapi lolos masuk ke Fakultas Keperawatan yang menjadi pilihan keduanya.

“Awalnya ketika pertama kali diterima masuk di Fakultas Keperawatan Unair saya sedikit kurang enjoy, karena pilihan pertama saya adalah masuk Fakultas Kedokteran. Tetapi setelah dijalani beberapa semester akhirnya nyaman juga berada disini.” Jujur Risqun yang sempat mengikuti Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negri (SNMPTN) pada tahun keduanya dengan kembali memilih jurusan kedokteran sebagai pilihan pertamanya.

Siapa yang menyangka, seseorang Risqun yang gagal menggapai cita-cita masa kecilnya, ternyata mampu berprestasi di bidang lain yang sama sekali tidak pernah dia impikan, yakni keperawatan, dengan berhasil meraih IPK 3,82 selama masa studynya di FKP Universitas Airlangga.

“Selama kuliah saya selalu mengingat dan berpedoman pada nasehat orang tua yang menyuruh saya untuk selalu berusaha keras dan menjadi yang terbaik. Oleh karena itu saya usahakan untuk belajar dan belajar setiap hari agar menjadi yang terbaik, meskipun disibukkan oleh kegiatan praktik di rumah sakit.” Ungkap gadis kelahiran Mojokerto pada tanggal 10 April 1989 ini.

Gadis yang memiliki motto “Allah Always With Me” ini akhirnya mengaku sangat bersyukur karena telah menjadi mahasiswa keperawatan. Selama study sebagai mahasiswa keperawatan, dia mendapatkan banyak sekali pengalaman berharga, salah satunya ketika praktik langsung di Rumah Sakit, dengan berinteraksi langsung dengan para pasien, mengingatkan dia akan nikmat yang telah diberikan oleh Allah kepadanya dan tidak diperoleh oleh pasien tersebut, seperti kesehatan, rizki, serta pendidikan yang layak.

Oleh karena itu setelah dinyatakan lulus sebagai Sarjana Keperawatan dengan skripsi yang berjudul “Efektifitas Pendidikan Kesehatan Metode Demonstrasi Dan Media Booklet Terhadap Perubahan Perilaku Menggosok Gigi Pada Anak Usia Sekolah (8-9 Tahun) di SDN Sumengko Mojokerto” dan juga lulus pendidikan profesi dengan mendapatkan gelar “Ners” nanti, Anak pertama dari 2 bersaudara yang mempunyai hobi main voli ini mengaku akan melanjutkan studynya lagi hingga berhasil menjadi seorang Dosen Keperawatan.eNTe

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s