Informasi Berharga Untuk Meningkatkan Baku Mutu Lingkungan

Bumi merupakan salah satu planet dalam sistem tata surya yang sebagian besar permukaannya tertutup oleh air. Hampir tiga perempat permukaan bumi tertutup oleh air, baik air yang ada di darat maupun yang ada di laut. Jumlah air di bumi tetap akibat adanya siklus (daur) air. Uap air yang berasal dari berbagai sumber air, baik laut maupun darat akan berkondensasi menjadi awan dan kemudian jatuh kembali di atas daratan sebagai hujan.

Air sangat berperan dalam kehidupan manusia. Bahkan dapat dikatakan sumber kehidupan manusia sangat bergantung terhadap air. Tetapi sayangnya manusia mulai sembrono dalam pemanfaatan dan pelestarian air. Banyak limbah pabrik dan domestik yang menyebabkan air di muka bumi tercemar, salah satunya yang paling sering tanpa disadari oleh masyarakat dapat mencemarkan perairan adalah limbah deterjen.

Oleh karena itu pada penelitian akhir dalam menempuh jenjang sarjananya Risvy Valentine Immanuel, mahasiswa Ilmu dan Teknologi Lingkungan (ITL) yang menyandang predikat wisudawan terbaik Fakultas Sains dan Teknologi (FST) dengan IPK 3,81 tersebut mengangkat tema deterjen. Penelitiannya yang berjudul “Toksisitas Tiga Macam Deterjen Terhadap Ikan Mas (Cyprinus carpio L.)” tersebut bertujuan untuk mengetahui nilai LC50 dalam tiga macam deterjen, yakni deterjen kucek, deterjen untuk mesin cuci bukaan atas, dan deterjen untuk mesin cuci bukaan depan serta mengetahui urutan tingkat toksisitas ketiga macam deterjen tersebut terhadap ikan mas (Cyprinus carpio).

Dari hasil penelitian yang dilihat dari jumlah kematian ikan mas, yang paling menyebabkan kematian ikan mas adalah deterjen kucek dengan urutan deterjen kucek; deterjen untuk mesin cuci bukaan atas; dan terakhir deterjen untuk mesin cuci bukaan depan. Oleh karena itu, dari hasil penelitian tersebut diharapkan masyarakat yang mayoritas memakai deterjen kucek dapat meminimalisir pemakaiannya.

“Dari penelitian saya tersebut diketahui bahwa urutan toksisitas yang paling tinggi adalah deterjen kucek. Harapannya informasi ini dapat diterapkan masyarakat untuk meminimalisir penggunaan deterjen kucek dan juga meningkatkan baku mutu lingkungan.” tutur Risvy, sapaan akrab Risvy Valentine Immanuel.

Sebelumnya, gadis yang lahir di Sidoarjo, pada tanggal 08 Mei 1990 tersebut juga mengaku sering terlibat dalam berbagai penelitian yang berkecimpung tentang air. Mulai dari menjadi asisten penelitian dosen yang meneliti air limbah kantin FST, sampai menjadi mahasiswa magang di Departemen Health, Safety, and Environment (HSE) pada Lapindo Brantas Incorporated dalam pengolahan air terproduksi.

“Jadi teringat saat menjadi asisten penelitian dosen tentang air limbah kantin FST, mondar-mandir harus bawa jerigen isi air bekas cucian dari beberapa warung, benar-benar pengalaman yang sangat berkesan.” ungkap gadis yang mengidolakan Dahlan Iskan ini sambil terkekeh.

Selain itu Risvy juga aktif dalam penulisan karya tulis ilmiah. Terbukti dia sudah dua kali mendapatkan insentif Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) kategori PKM-GT (Gagasan Tertulis) secara berturut-turut sejak tahun 2010 sampai tahun 2011. Judul PKM-GT tersebut adalah “Penentuan Konsorsium Tanaman Air dan Tata Letaknya dalam Constructed Wetland untuk Pengolahan Limbah Grey Water” pada tahun 2010, dan “Modifikasi Kolam Taman Sebagai Pengolah Grey Water Sederhana dan Menarik” pada tahun 2011.

“Pada dasarnya saya memang suka mengonsep, selanjutnya fokus dengan pilihan yang saya pilih.” Ujar gadis yang mengaku sukses karena dua hal tersebut.eNTe

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s