PKL Mahasiswa FKM, Sebagai Sarana Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Praktek Kerja Lapangan (PKL) oleh mahasiswa semester 6 Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) dilaksanakan selama 50 hari yang dimulai dari tanggal 7 Juni – 27 Juli 2012 di kabupaten Probolinggo. Sebagai mahasiswa FKM yang diharapkan dapat mengidentifikasi masalah kesehatan serta merencanakan program kesehatan yang tepat bagi masyarakat, PKL ini merupakan jembatan bagi para mahasiswa FKM tersebut untuk meningkatkan skill terkait dengan melakukan proses pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan.

“PKL merupakan kegiatan akademik yang wajib diikuti oleh mahasiswa FKM semester 6 pagi (bukan alih jalur). PKL diharapkan dapat berkontribusi dalam tercapainya kompetensi SKM terkait dengan kompetensi tentang pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan.” Tutur Hario Megatsari, S.KM., M.Kes. selaku penanggung jawab PKL tersebut.

Kabupaten probolinggo merupakan daerah yang dipilih sebagai daerah pelaksanaan PKL sejak tahun 2011 secara berkesinambungan karena kabupaten Probolinggo merupakan salah satu kabupaten di Jawa Timur yang memiliki angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) rendah. Salah satu indikator IPM adalah bidang kesehatan, oleh karena itu dengan diadakannya PKL ini diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di kabupaten Probolinggo. Selain itu dari PKL ini mahasiswa juga bisa mendapatkan pengalaman langsung berhadapan dengan permasalahan-permasalahan kesehatan masyarakat.

Terdapat 4 kecamatan dari kabupaten Probolinggo yang dijadikan lokasi kegiatan PKL, setiap kecamatan terdiri dari 4 desa dan setiap desa terdiri dari 10-11 mahasiswa. Empat kecamatan tersebut adalah Kecamatan Banyuanyar (Desa Tarokan, Desa Gading Kulon, Desa Klenang Kidul dan Desa Sentulan), Kecamatan Paiton (Desa Karang Anyar, Desa Sumberrejo, Desa Sumberanyar, Desa Petunjungan), Kecamatan Gading (Desa Gading Wetan, Desa Wangkal, Desa Dandang, Desa Prasi), Kecamatan Krejengan (Desa Kedung Caluk, Desa Sokaan, Desa Patemon, Desa Temenggungan).

“Pemilihan lokasi baik dilevel kecamatan maupun dilevel desa dikoordinasikan dengan pihak pemerintahan kabupaten Probolinggo, dalam hal ini adalah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Probolinggo dan  Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo.” Jelas Fisto, panggilan akrab Hario Megatsari, S.KM., M.Kes.

Secara umum PKL tersebut dibagi menjadi 2 tahap. Tahap pertama yaitu PKL 1, dimana mahasiswa melakukan kegiatan yang orientasinya untuk melakukan identifikasi masyarakat (karakteristik masayarakat, potensi masyarakat, dll), identifikasi masalah kesehatan masyarakat sampai dengan melakukan perencanaan intervensi dari adanya masalah kesehatan masyarakat. Kemudian pada PKL 2 mahasiswa langsung melakukan eksekusi kegiatan dari perencanaan yang sudah dilakukan di PKL 1 sampai dengan melakukan proses evaluasi dari kegiatan intervensi yang dilakukan.

“Selama di lapangan mahasiswa juga dibimbing oleh dosen pembimbing lapangan sehingga diharapkan mahasiwa dalam melakukan kegiatan dapat terarah dan sesuai dengan situasi yang ada di lapangan.” Tutur Fisto.

Seperti yang dilakukan di Desa Prasi, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan oleh 11 mahasiswa FKM yang melaksanakan PKL disana, diperoleh masalah utama yang terjadi di masyarakat Desa Prasi adalah tingginya kasus ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut) akibat sanitasi lingkungan yang buruk. Buruknya sanitasi lingkungan pemukiman masyarakat Desa Prasi, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo terutama disebabkan oleh sistem pembuangan sampah yang tidak adekuat yang kebanyakan dilakukan pembakaran pada sampah. Oleh karena itu dilakukan intervensi membentuk suatu sistem pengangkutan sampah percontohan yang adekuat yang diletakkan di Dusun Bercak (salah satu dusun yang ada di Desa Prasi).

“Dengan adanya sistem pengangkutan sampah percontohan yang diterapkan di Dusun Bercak tersebut diharapkan tiga dusun lainnya yang ada di Desa Prasi dapat mencontoh dan termotivasi untuk menerapkan sistem pengangkutan sampah yang selama ini masih belum diterapkan oleh masyarakat di Desa Prasi.” Ungkap Elok Faiqoh, mahasiswa FKM peserta PKL di Desa Prasi.

Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah dengan memperbaiki sistem pengangkutan sampah yang disusun bersama masyarakat sebagai upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang berkesinambungan serta pembangunan tempat pembuangan sementara (TPS) secara gotong royong dengan warga masyarakat. Selain itu para mahasiswa PKL di Desa Prasi juga melakukan penyuluhan PHBS (Prilaku Hidup Bersih dan Sehat) kepada anak-anak SD tentang cara mencuci tangan dan sikat gigi yang benar.

Output yang diperoleh dari kegiatan PKL ini merupakan salah satu masukan (input) bagi universitas terkait dengan bidang penelitian maupun pengabdian masyarakat. Karena dari kegiatan PKL ini banyak sekali temuan yang bisa dilanjutkan untuk kegiatan penilitian maupun pemberdayaan masyarakat.eNTe

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s