Polemik OSPEK dikalangan Mahasiswa Baru

Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) atau yang berganti nama menjadi Seleksi Nasional Mahasiswa  Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) hasilnya telah diumumkan, dan dapat dilihat online mulai tanggal 7 Juli 2012 kemarin. Selain melalui jalur SNMPTN, penerimaan mahasiswa baru juga dapat melalui jalur PMDK Prestasi, maupun PMDK Umum.

Perasaan suka cita dan senang akan dirasakan oleh setiap individu mahasiswa baru tersebut, seperti yang pernah saya rasakan juga tiga tahun yang lalu, karena telah berhasil menyisihkan banyak lulusan dari SMA, STM, SMK, maupun MA yang belum beruntung untuk mengenyam dunia perkuliahan. Tidak peduli terpaksa karena suruhan orang tua untuk melanjutkan study, ataupun karena salah jurusan dan jurusan yang mereka terima tidak sesuai dengan keinginan, tapi bisa masuk dan bergabung menjadi bagian dari Universitas Negri merupakan satu kebanggaan tersendiri di bandingkan bila kita di terima di perguruan tinggi Swasta.

Namun semua itu, sekejap hilang ketika mereka telah memasuki masa OSPEK, baik OSPEK yang akan mereka terima  ditingkat Universitas, tingkat Fakultas, dan yang paling menjadi momok bagi mahasiswa baru adalah OSPEK di tingkat Jurusan.Ketakutan akan timbulnya penganiaan pada OSPEK yang dulu sering disebut sebagai masa perpeloncoan itu sering menuai pro dan kontra. Meskipun dalam kenyataan jarang ditemui adanya penganiayaan fisik, namun sederet kegiatan dan penugasan yang diberikan oleh pelaksana OSPEK akan membuat fisik para mahasiswa baru akan menjadi drop.

Para mahasiswa baru disuruh secara paksa untuk menyelesaikan tugas-tugas serta mematuhi peraturan dengan berbagai konsekuensi yang telah dibuat oleh pelaksana OSPEK terutama dengan adanya tim evaluator yang memang benar-benar ditugaskan untuk mengevaluasi kinerja para mahasiswa baru, dengan image yang disiplin dan tegas tapi malah terkesan garang bagi pandangan mahasiswa baru akan semakin merasakan tertekan.

Jadi teringat saat saya menjalani OSPEK Fakultas dan Jurusan dulu, banyak sekali tugas-tugas yang harus kami sebagai mahasiswa baru kerjakan. Seperti membuat buku individu yang berbentuk kepiting dan harus sama untuk satu angkatan, membuat topi dari bahan baku bola sepak yang harus dicat dengan warna yang sesuai dengan ketentuan dari pelaksana, atau disuruh membuat berbagai peralatan yang cara pembuatannya harus lembur sampai malam. :mrgreen:

Dibalik semua itu, OSPEK memiliki tujuan utama yang mulia. OSPEK bertujuan untuk memperkenalkan Kampus yang akan mereka tempati untuk menempuh pendidikan selama kurang lebih empat tahun kedepan, serta perkenalan antar sesama mahasiswa baru dengan melatih mereka untuk dapat berkerja sama antar tim maupun antar sesama Mahasiswa baru, dan juga menanamkan jati diri mereka sebagai mahasiswa yang benar-benar berbeda dibandingkan saat kita masih menjadi seorang siswa SMA dulu. Selain adanya berbagai macam penugasan, OSPEK juga diisi dengan kegiatan-kegiatan yang memacu kreatifitas serta imajinasi para mahasiswa baru dan juga menambah banyak pengetahuan-pengetahuan yang belum pernah mereka dapatkan, sebagai bekal dalam mengenyam bangku perkuliahan akan sangat membantu mereka kedepannya.

Jadi yang menjadi pertanyaan sekarang, apakah OSPEK harus ada atau ditiadakan??

Iklan

124 thoughts on “Polemik OSPEK dikalangan Mahasiswa Baru

  1. Yang penting orang-orangnya ja mba yang perlu dikasih batas.
    Sekarang udah semakin kacau gara-gara mungkin peraturan panitianya yang masih kurang kuat dan kurangnya pengawasan dari yang diatas kali ya? CMIIW. 😀

  2. ospek di tiadakan..
    mau jadi apa mahasiswa baru nanti…

    ospek tetap menjadi Tradisi, tentu itu sudah lumrah..
    keras, teriak – teriak, itu juga sudah lumrah.. mungkin masih inget banyak film holywood yang mengatakan soal Good Cop and Bad Cop.. tujuannya adalah agar semua kejujuran itu tumpah keluar…

    kita tidak tahu mana mahsiswawa baru yang berperilaku baik, maupun jelek, maka di sama ratakan bahwa mahasiswa baru itu jelek semua.. maka muncullah istilah ‘kekerasan’ akibat munculnya sosok Bad Cop..

    ‘Kekerasan’ fisik juga tidak serta merta di hapuskan, seperti push up, sit up, keliling apa begitu.. mahasiswa baru juga bukan anak kecil lagi.. bahkan untuk push up dan sit up adalah olah raga rutin, yang biasa olah raga.. so rasanya biasa saja..

  3. Bukan ospek sebenarnya yg salah, tapi para pelaku yg menyimpangkan kegiatan ospek tersebut. Ospek itu padahal ajang perkenalan seluk beluk kampus pada mahasiswa barunya. Tapi sayang, para senior memanfaatkan acara ini untuk ajang balas dendam. Nah, sudah seharusnya ospek itu diawasi langsung oleh Dosen yg bersangkutan..

  4. Dulu, waktu aku kuliah di kampus tetangga mu sana (Institut Teknologi Surabaya, IT S) ospek nya tiga kali lebih dahsyat dibanding temen-temen universitas udara (un Air).
    beuh ngingetin masa-masa OSPEK.
    tapi ternyata waktu diterima di kerja, pengalaman OSPEK yang “menyeramkan” itu sangat berharga lho.

    Ketika masa prajabatan BUMN ato perusahaan top, biasanya ada diklat kesamaptaan di militer (aku ngerasain waktu masuk kerja di astra dan PLN)..
    ternyata OSPEK yang dilakukan senior-senior ku dulu itu mengadopsi cara militer membentuk mental kader nya…

    saya tidak setuju ditiadakan unsur yang mereka anggap “menyeramkan” itu ketika OSPEK… trust me, its work to unite the mass. 😀

    — Mantan Instruktur Ospek —

    • mantab gitu jabatannya,, “mantan instruktur ospek” hehehe
      klo saya dulu cuma mantan koordinator sie kesehatan >> biasanya jadi ibu perinya maba 😉
      bang imron skarang kerja di PLN ta??
      adek saya juga barusan keterima di PLN lho bang (gak nanya 🙂 )
      trus di diklat ampe 1 th gak boleh pulang ;-( #kangen

  5. panitia ospek yg baik bakal bikin konsep ospek dgn baik pula, nggak semena-mena buat ‘balas dendam’ tapi emang ada tujuan di balik semua itu. bener, apa jadinya mahasiswa tanpa diospek? waktu ngejalanin ospek dulu emang benci banget aja bawaannya, tapi seiring berjalannya waktu (tsaah!) jadi paham sedikit demi sedikit apa sih gunanya diospek dulu 🙂
    tapi yaa itu, tetep nggak setuju sama perlibatan fisik atau makian2 kotor. kalo teriak2 gak jelas sih silakan aja 😆

    • mantab,,
      kentara banget nih klo septia sudah melanglangbuana terlibat dalam OSPEK, xixixi :mrgreen:
      kalo perlibatan fisik emang sudah jarang skali dilakukan, cuma kayaknya yang gak bisa ilang tu makian2 kotor deh, 😛

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s