Suatu Anugrah ataukah Bencana??

Ceritanya,, hari Senin kemarin adalah hari pertama kalinya saya menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1433 H di kota perantauan (Surabaya), tepatnya di Kos-kosan baru. Banyak hal yang belum terbiasa atau lebih tepatnya lagi belum pernah saya lakukan disini, seperti buka puasa, Sholat Tarawih, Sahur, dan segala macam kegiatan dalam bulan puasa.

Yang ingin saya ceritakan sekarang adalah pengalaman kemarin saya pada saat jama’ah Sholat Tarawih di Masjid Syaifunnur. Masjid yang terletak tak jauh dari kos-kosan saya.

Karena lama menunggu teman sekosan saya yang sedang mandi, jadinya kami berdua tergesa-gesa berangkat menuju masjid tersebut yang berjarak sekitar kurang lebih 300 m dari kosan.

Sampai di dalam masjid, kita berdua langsung mencari tempat kosong yang cukup untuk berdua, dan akhirnya yang kami dapatkan tepat shof kedua dari jama’ah wanita yang letaknya dibelakang jama’ah laki-laki yang hanya dibatasi oleh sebuah hijab papan kayu yang tingginya hanya sekitar 150 cm. jadi kepala kami masih dapat melihat jama’ah laki-laki dan imam yang ada di depan.

Setelah membentangkan sajadah, tanpa melihat kearah depan kami berdua capcus menjalankan sholat sunnah 2 roka’at sebelum sholat isya’. Sampai disini keadaan masih dapat terkontrol dengan baik.

Tetapi setelah Khotib berdiri dan membaca bacaan agar sholat isya’ segera dimulai, mulailah dilema itu terjadi. Entah kenapa setelah berdiri dan membaca niat sholat isya’ berjama’ah, mata ini tanpa sengaja langsung menumbuk satu pemandangan yang sangat tak terduga.

Yah pemandangan selama ini yang sudah sangat lama tidak melintas didepan mata. Satu sosok laki-laki yang saya kenal dan saya kagumi sejak satu tahun yang lalu sejak tragedi di Bali itu terjadi.

Tidak,,,,

Apa yang harus saya lakukan, Sholat saya mulai tidak khusuk hanya karena membayangkannya. Mulai roka’at pertama, mata ini saya usahakan untuk selalu menghadap ke tempat sujut tanpa menjarah kearah yang aneh itu, arah tepat didepan saya, sesosok yang memakai batik berwarna merah. Roka’at kedua, saya mulai memejamkan mata untuk kembali mengkhusyu’kan sholat, dan alhamdulillah akhirnya sholat saya mulai fokus, karena telinga hanya mendengar suara merdu sang imam yang membacakan bacaan-bacaan surat pendek.

Ya Allah…

Ampunilah dosa hamba ya Allah, hamba tidak tau, apakah ini sebuah anugrah yang engkau berikan kepada hamba, ataukah ini sebuah bencana yang harus hamba tinggalkan ya Allah,,,

Ihdinash shiroothol mustaqiim,,,
Ya Allah tunjukkan hamba kejalan yang benar,,,

Kalaupun ini suatu Anugrah, maka pertemukanlah kembali hamba dengan sosok tersebut di Sholat Tarawih selanjutnya ya Allah.. (ngarep :mrgreen: )
Tapi kalau ini  suatu bencana, maka hindarkanlah hamba bertemu lagi ya Allah..

Sudah-sudah ah, jadi ngelantur kemana-mana, sekarang waktunya persiapan mau berangkat Sholat tarawih dulu,,,

Iklan

6 thoughts on “Suatu Anugrah ataukah Bencana??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s