Sarjana Perikanan dari Usaha Fotokopian

Menjadi seorang sarjana merupakan impian banyak orang, tapi tidak semua orang dapat menjadi seorang sarjana hanya dikarenakan masalah biaya. Biaya yang dibutuhkan untuk menjadi seorang sarjana memang tidak sedikit, tapi dengan berusaha dan berdo’a banyak jalan yang dapat ditempuh untuk menjadi seorang sarjana. Seperti halnya Amalisa, yatim sejak SMA tidak membuat semangatnya surut untuk mewujudkan cita-citanya sebagai seorang sarjana perikanan.

Biaya kuliah yang diperoleh dari usaha keluarga berupa toko fotokopi dan ATK yang bernama Cahaya 55 berhasil membuat Amalisa menjadi sarjana perikanan dengan gelar wisudawan terbaik FPK (Fakultas Perikanan dan Kelautan) periode Juli 2012. Amalisa membantu usaha keluarga tersebut dengan menjaga tokko setiap selesai kuliah.

Bekerja part time menuntut Amalisa untuk menerapkan metode belajar khusus agar tetap sukses di kuliahnya. Amalisa selalu belajar tengah malam disaat sepi karena dapat lebih konsentrasi dan fokus belajar tanpa ada gangguan.

“Biasanya setelah kuliah langsung pulang bantu ibu jaga toko, mulai siang sampai jam Sembilan malam. Tapi sebelumnya harus tidur siang dulu agar malamnya bisa belajar dan tidak mengantuk” Tutur gadis kelahiran Malang, 19 Februari 1991 ini.

Amalisa lulus dengan menyelesaikan tugas akhir yang berjudul Perubahan Patologis Insang Dan Usus Ikan Koi (Cyprinus Carpio Koi) Akibat Infeksi Myxobolus Pada  Derajat Infeksi Yang Berbeda. Tugas akhir ini ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk memberikan gambaran tentang perubahan patologis anatomi dan histopatologi insang dan usus ikan koi akibat infeksi parasit Myxobolus pada derajat infeksi yang berbeda (ringan, sedang dan berat).

Hasil dari penelitian yang dilakukan oleh Amalisa ini diharapkan dapat diperoleh pengetahuan tentang perubahan patologis anatomi dan histopatologi pada organ insang dan usus ikan koi (Cyprinus carpio koi) akibat infeksi Myxobolus sehingga akan melengkapi informasi ilmiah. Selain itu, hasil penelitian ini juga diharapkan dapat dijadikan petunjuk dalam melakukan diagnosis pengobatan terhadap Myxobolusis secara dini.

Besarnya peluang dan prospek perikanan yang terus berkembang membuat gadis yang meraih IPK 3,80 ini selalu termotivasi untuk belajar dan  mencari pengalaman sebanyak-banyaknya untuk menempuh karir dimasa mendatang.

“Waktu luang libur semester selalu saya gunakan untuk magang di tempat-tempat perikanan dan selama kuliah sering diadakan praktikum lapang di luar kota, PKL. Di tempat2 baru itulah, banyak pengalaman yang tidak akan terlupakan karena bisa langsung mengaplikasikan ilmu2 yang saya dapat diperkuliahan.” Ujar mahasiswa yang pernah menjadi Asisten Dosen Praktikum Mata Kuliah Parasit dan Penyakit Ikan I dan II ini.

Setelah lulus menjadi sarjana perikanan ini, Amalisa ingin bekerja terlebih dahulu untuk mencari lebih banyak lagi pengalaman baru di dunia nyata dan mengaplikasikan ilmu yang diperolehnya selama di bangku kuliah. “Semoga dilain waktu tetap bisa melanjutkan studi lagi.” Harap Amalisa.eNTe

Iklan

6 thoughts on “Sarjana Perikanan dari Usaha Fotokopian

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s