Saya Masih Belum Bisa >.<

Salam tetap hangat buat rekan-rekan semua,,,
Kali ini saya ingin sedikit berbagi pengalaman pribadi saya hari ini.
Sedikit kurang mengenakkan, dan juga sedikit membut saya meluapkan “emosi”.

Hari ini sebenarnya kuliah sudah tidak aktif seperti biasanya karena sudah mendekati waktu UAS, cuma ada beberapa kuliah pengganti. kebetulan hari ini saya ada tiga jadwal matakuliah pengganti. Mulai jam setengah sembilan sampai jam setengah lima sore, mantabz kan,,,

Berangkat ke kampus mulai jam 8.30, masuk matakuliah pertama Medan Elektromagnetik, berjalan dengan lancar sampai jam menunjukan pukul 11.30.

Jedah waktu sebelum memasuki matakuliah selanjutnya  Praktikum Fisika Komputasi, saya dan kedua teman saya (Ani dan Qisthy) menyempatkan diri untuk mampir ke ruang Departemen untuk meminta tanda tangan proposal PKL ke kadep Fisika. Eh, ternyata bapaknya belum datang juga, diruangannya masih tergeletak kursi yang kosong tak bertuan.

Akhirnya kita melenggang dari ruang departemen menuju ke Lab. Komputer lantai 3. Harapannya nanti setelah praktikum selesai bisa menjumpai Bapak kadep, dan segera mendapatkan tandatangannya.

Setelah selesai praktikum, pukul 13.00 WIB tepat, kami bertiga kembali ke ruang departemen. Tapi ternyata Bapak Kadepnya tetap tidak ada diruangannya, kali ini beliau masih ada rapat.

Untung matakkuliah selanjutnya masih nanti sore jam 15.00 WIB, jadi saya dan kedua teman saya tadi bisa menunggu Bapaknya selesai rapat sebelum masuk kuliah lagi.

Naas, ternyata tepat pukul 14.15 WIB saya melihat Bapak kadep dari kejauhan (Beranda Masjid), Beliau berjalan dengan kecepatan penuh menuju ke arah parkiran mobil. Karena kedua teman saya tadi sedang berada di Kantin untuk makan siang, dan hanya tinggal saya sendiri yang melihat beliau. Jadi dengan sigapnya saya langsung berlari menuju Bapak Kadep dengan terbirit-birit, tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk meminta tanda tangan beliau.

Kog Naas??

Ya, mulai dari sinilah kejadian yang seharusnya saya ceritakan. Setelah melaju dengan kecepatan yang sangat penuh, akhirnya saya bisa mengejar Bapak Kadep tepat sebelum beliau masuk ke dalam mobilnya. Setelah sedikit berbasa-basi akhirnya maksud untuk meminta tandatanganpun terucap juga.

Tapi ternyata tidak semulus yang diharapkan. Beliau menanyakan prihal proposal yang harus ditandatangani,  “Apakah sudah difotokopi atau belum? nanti buat saya satu.”

Karena memang belum difotokopy, akhirnya saya disuruh fotokopy dulu. Saya langsung berlari terbirit-birit lagi, kembali ke beranda mushollah untuk mengambil uang buat fotokopy. Banting setir langsung kembali melewati bapaknya lagi, karena kebetulan parkiran mobil bapaknya adalah akses jalan menuju ke tempat fotokopyan. Melihat saya yang lari terbirit-birit tersebut, Pak Samidi yang sedang berbincang-bincang dengan Bapak Kadep langsung menegur “Ayo buruan biar gak ketinggalan Bapaknya pergi..” dengan tersenyum.

Sekali lagi kenaasan menimpa saya, Fotokopyan di koperasi kampus ini lagi rame, dan tidak bisa disela.

Walhasil  bagaikan mengejar maling, saya langsung capcus beranjak ke tempat fotokopyan fakultas tetangga. Untung disini fotokopyannya sepi, dan langsung dilayani.

Setelah kembali melewati tempat parkiran, betapa syoknya mata memandang, tempat parkir mobil Bapak Kadep sudah kosong tak berisi mobil. Padahal, waktu yang saya tempuh benar-benar relativ singkat.

Kenapa tega sekali Bapaknya meninggalkan saya yang dengan semangat’45 memperjuangkan untuk meminta tandatangannya. Bukankah tadi sudah bilang kalau saya tinggal fotokopi sebentar. bahkan beliau juga melihat betapa gigihnya saya berlarian meskipun memakai rok panjang bak pelari estafet.

Sekejap tepat dibawah terik matahari siang hari kota Surabaya, kepalaku langsung terasa pening (mungkin juga karena efek sedang puasa). Harapan hari ini bisa mendapatkan tanda tangan Bapak Kadep langsung musnah, padahal saya sudah harus menyerahkan proposal tersebut besok pagi ke bagian perijinan baik di tingkat Fakultas maupun instansi.

Hah,,,, desahan nafas saya yang panjang membuat jalan saya melambat. sampai di beranda mushollah saya menceritakan semuanya kepada kedua teman saya tadi yang sudah selesai makan siang dan beberapa lagi yang juga kebetulan sedang berkumpul menghabiskan waktu istirahat (Nanik, Ima, Umi’ dan Rynda). Betapa emosi saya meledak-ledak saat itu. Tapi tak banyak yang bisa saya kerjakan, hanya bisa meluapkan kemarahan lewat update status di Facebook dan Twitter. sampai, sampai langsung dikomenin dengan salah satu dosen saya.

Kenapa saat ini saya masih belum bisa menyikapi masalah ini dengan hal yang terbaik?? bahkan saya masih belum bisa  mengendalikan hawa nafsu emosi ini??

Hmm,,

Tetapi saya yakin, meskipun kali ini saya masih belum sanggup mengendalikan emosi yang meledak-ledak, suatu saat nanti saya pasti sanggup untuk merubahnya, saya harus bisa berubah seiring dengan bertambahnya usia dan waktu.

Karena  barangsiapa mampu mengendalikan emosinya, berarti dapat mengendalikan akalnya dan menimbang segalanya dengan benar. Dengan begitu, ia akan melihat kebenaran, akan tahu jalan yang lurus, dan akan menemukan hakikat di dalam kehidupan ini. Namun sebaliknya, dengan emosi tidak akan menyelesaikan masalah, tetapi justru akan menimbulkan masalah baru, bahkan masalah tersebut lebih besar dari masalah sebelumnya.

Kehidupan di dunia ini memang tidak selamanya datar, Tidak selamanya gembira dan tidak selamanya sedih. Memang diperlukan sikap yang terbaik dalam menghadapi masalah yang saya hadapi ini agar dapat menjadi hikmah. Karena pasti ada hikmah yang dapat dipetik manfaatnya dari kejadian yang saya alami ini.

Semoga kita selalu berada dalam ridha dan bimbingan-Nya, serta selalu diberikan kekuatan dan kemampuan untuk mengendalikan emosi kita. Dari setiap peristiwa yang terjadi di sekitar kita, kita dapat mengambil hikmah yang berguna bagi kehidupan kita di dunia terlebih untuk di akhirat nanti.

Sabar-sabar…
Sekian tulisan sederhana ini rekan-rekan,,,
Semoga bermanfaat…

Iklan

10 thoughts on “Saya Masih Belum Bisa >.<

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s