Laporan Eksperimen Lanjut di Lab Material >> UJI KEKERASAN MATERIAL DENGAN METODE ROCKWELL

ABSTRAK

Eksperimen Uji Kekerasan  Material Dengan Metode Rockwell ini bertujuan untuk mengetahui kekerasan logam (bahan) sebagai ukuran ketahanan logam tersebut terhadap deformasi plastis. Kekerasan ini dinyatakan dengan angka kekerasan Rockwell. Pada percobaan kali ini dengan menggunakan tiga buah sampel logam yang diuji dengan seperangkat alat Rockwell Tester TH500 dan dilakukan pengulangan tiga kali untuk setiap sampel logam diperoleh hasil bahwa bahan yang kami gunakan adalah Besi (Fe) untuk bahan I, Aluminum 5052-H19 Foil  untuk bahan II, dan AISI Type S2 Tool Steel untuk bahan III. Dengan masing-masing kekerasan untuk bahan I sebesar 49 rockwell, bahan II sebesar 37 rockwell, dan bahan III sebesar 55 rockwell.

KATA KUNCI:Metode Rockwell, Rockwell Tester TH500, Besi (Fe), Aluminum 5052-H19 Foil, AISI Type S2 Tool Steel

PENDAHULUAN

Kekerasan (Hardness) adalah salah satu sifat mekanik (Mechanical properties) dari suatu material. Kekerasan suatu material harus diketahui khususnya untuk material yang dalam penggunaanya akan mangalami pergesekan (frictional force) dan deformasi plastis. Deformasi plastis suatu material sendiri merupakan suatu keadaan dimana material tersebut diberikan gaya maka struktur mikro dari material tersebut sudah tidak bisa kembali ke bentuk asal. Artinya material tersebut  tidak dapat kembali ke bentuknya semula. Lebih ringkasnya kekerasan didefinisikan sebagai kemampuan suatu material untuk menahan beban identasi atau penetrasi (penekanan).

Makna nilai kekerasan suatu material berbeda untuk kelompok bidang ilmu yang berbeda. Bagi insinyur metalurgi nilai kekerasan adalah ketahanan material terhadap penetrasi sementara. Desain nilai tersebut adalah ukuran dari tegangan alir, untuk insinyur lubrikasi kekerasan berarti ketahan terhadap mekanisme keausan, untuk insinyur mineralogy nilai itu adalah ketahanan terhadap goresan, dan untuk para mekanik work-shop lebih bermakna kepada ketahanan material terhadap pemotongan dari alat potong.

Begitu banyak konsep kekerasan material yang dipahami oleh kelompok ilmu, walaupun demikian konsep-konsep tersebut dapat dihubungkan pada satu mekanisme yaitu tegangan alir plastis dari material yang diuji.

Setiap material yang akan digunakan perlu dilakukan pengujian atau pengetesan material. Sepert uji tarik material, uji kekerasan material, uji metalografi, dll. Hal ini dilakukan untuk mengetahui sifat-sifat utama dari material yang akan digunakan tersebut, baik dari segi kekuatannya, ketahanannya maupun sifat-sifat yang lain terhadap suatu beban yang akan diberikan.

Download versi PDFnya disini

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s