Melestarikan Kesenian yang Hampir Punah

Unit Kegiatan Tari Dan Karawitan Universitas Airlangga (UKTK UNAIR) yang Didirikan pada tanggal 15 September 1981 ini merupakan wadah bagi mahasiswa Universitas Airlangga yang menaruh minat dan memiliki bakat dalam berkesenian, terutama Seni Tari Tradisional dan Seni Karawitan. Sepanjang perjalanan karirnya, UKTK turut andil dalam usaha Universitas Airlangga untuk membentuk insan-insan intelektual yang berbudaya dan memiliki jati diri sebagai warga Indonesia seutuhnya dengan cara mempelajari, melestarikan dan mengembangkan Seni Tari Tradisional dan Seni Karawitan.

Berbagai macam kegiatan dan perlombaan telah diikuti UKTK UNAIR dalam rangka melestarikan dan mengembangkan Seni Tari Tradisional dan Seni Karawitan sebagai warisan luhur budaya bangsa Indonesia. Salah satu perlombaan bergengsi yang tidak luput dari keikutsertaan UKTK UNAIR adalah Pekan Seni Mahasiswa Regional (Peksiminal) Jawa Timur. Pada Peksiminal BPSMI ke XI 2012 “Tangkai Lomba Tari” yang diadakan pada tanggal 22-23 Mei 2012 ini UKTK UNAIR meraih juara ketiga. Sedangkan juara pertama diraih oleh UNESA dan juara kedua diraih oleh Universitas Brawijaya (UB) Malang.

Juara pertama Peksiminal yang diikuti 18 peserta dari PTN maupun PTS seJATIM ini akan menjadi wakil JATIM dalam Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas). Sayangnya, untuk kali ini UKTK UNAIR masih belum berkesempatan mewakili JATIM dalam Peksiminal mendatang yang akan dilaksanakan di kota Makassar. Padahal selama 5 tahun berturut-turut UKTK UNAIR telah mewakili JATIM dalam ajang Peksiminas tersebut.

Gagal menjadi juara pertama bukan berarti UKTK UNAIR belum menunjukkan kemampuan terbaiknya. Dalam persaingan yang sehat bukan berarti yang menang adalah yang terhebat dan yang kalah adalah yang terburuk. Karena memang hal yang wajar jika dalam persaingan selalu ada pemenang dan ada yang kalah sebagai acuan untuk introspeksi kemampuan diri.

“Persiapan untuk Peksiminal ini sendiri kurang lebih selama 3 bulan. Persiapan dimulai dari penentuan konsep awal, seleksi penari, sampai teknis pementasannya. Selain itu juga melakukan latihan rutin minimal seminggu 3 kali.” Jelas Ryant Eko Putro mahasiswa FEB angkatan 2009 selaku Pimpinan produksi tim UKTK UNAIR pada lomba peksiminal kemarin.

Ryant juga menegaskan bahwa sebelum melakukan pementasan, hal yang paling dibutuhkan bagi para pemain, baik penari, penabuh karawitan, maupun penyanyi agar bisa fokus dan menampilkan yang terbaik adalah motivasi para sesepuh atau alumni dan support para penonton.

Pada Peksiminal yang diselenggarakan di Taman Budaya gedung kesenian Cak Durasim Surabaya kemarin, UKTK UNAIR menyuguhkan Tarian yang berjudul “Somo Ellah” asal kata dari “Bismillah”. Pada tarian tersebut, yang ditonjolkan oleh UKTK UNAIR adalah semangat orang bertani yang ada di daerah Tuban. Karena Tuban merupakan daerah yang tandus, kering, tetapi para petaninya masih bersemangat untuk bercocok tanam, agar hasilnya berlimpah.

Tarian tersebut merupakan tarian yang disadur dari kesenian Sandur. “Sandur itu seni teater yang biasanya ditampilkan pada upacara sehabis panen sawah di Tuban. Esensinya adalah masyarakat yang mengucap syukur pada tuhan yang maha kuasa dan juga memanjatkan do’a pada Dewi Sri sedono yang dipercaya sebagai pemberi kesuburan agar selalu diberi hasil yang melimpah.” Jelas Ryant.

Seni pertunjukan Sandur sendiri merupakan suatu bentuk teater tradisional yang hampir punah karena sudah jarang orang yang mementaskan kesenian ini. Oleh karena itu kesenian ini diangkat oleh UKTK UNAIR dengan tujuan untuk melestarikan dan mengembangkan warisan kesenian yang hampir punah di Indonesia.eNTe

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s