Semilir Harapan, Cita-Cita, dan Masa Depan

“If we are to teach real peace in this world, and if we are to carry on a real war against war, we shall have to begin with the children.” –Mohandes Gandhi-

Bermula dari ketidakmood-an gara-gara seharian full harus mutar-muter rumah sakit cuma buat periksa mata yang sebulan terakhir berubah warna menjadi merah. Mulai dari nunggu antrian yang lwammaaaa, sampe nebus obat yang ternyata diapotek rumah sakit gak nyediakan obatnya. Sukses membuat tekanan darah saya yang biasanya 110/65 mmHg nak menjadi lebih tinggi dari pada itu (#kira2, karena belum sempet ngukur lagi)

Tapi malam ini perasaan itu berubah 180°. Semua karena mereka. Mereka yang mempumyai cita-cita yang tinggi, mereka yang mempunyai masa depan yang cerah, merekalah yang mampu merubah segala asa..

Tak ada angin yang mengundang mereka untuk datang memasuki kepingan malam yang sempit ini. Dengan semangat yang utuh mereka tiba-tiba saja datang bagaikan semilir angin yang masuk melalui sela-sela jendela kamar.

Yah, mereka berempat, Linda, Ica, Dani, dan Daeng, para siswa SD sekitar kosan saya yang malam ini tiba-tiba membuat hati saya semangat kembali. dengan polosnya mereka meminta untuk “les”. Belajar, mengerjakan PR, membuat puisi, mereka lakkukan dengan sungguh-sungguh meskipun tidak meninggalkan kebiasaan anak kecil biasanya (bercanda).

Linda yang ingin menjadi seorang guru, Dani yang ingin menjadi seorang pemain sepak bola handal, Ica yang ingin menjadi seorang dokter, hanya Daeng yang masih belum sempet menyampaikan cita-citanya. mereka semua mulai malam ini telah menambah catatan kehidupan ini. Dan insyaAllah pada malam-malan seterusnya akan berlangsung seperti itu.

Harapan,  cita-cita, dan masa depan , semoga mereka menjadi bibit-bibit segar yang dapat berguna bagi pribadi, keluarga, tetangga, masyarakat, nusa dan bangsa…

Iklan

10 thoughts on “Semilir Harapan, Cita-Cita, dan Masa Depan

  1. ^_^ semangat y..

    btw tekanan darahmu tinggi juga ye, aku aja biasa 90-110, normal gak ya O.o ah kurang paham juga , haha,,

  2. iya 🙂
    ada rasa tersendiri yg menguar keluar ketika melihat anak didik 🙂
    aku (seringkali) selalu males kl mau ngajar/ngasdosi, tp begitu sudah di kelas, sudah bertemu dgn polosnya mereka, semangat tiba2 menyeruak keluar entah drmana 🙂
    mengajar itu menyenangkan :mrgreen:
    meskipun aku nggak cocok ngajar anak2 kecil hahaha 😛

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s