Poliandri, mengapa gak boleh??

Salam hangat rekan-rekan,,
Kali ini saya akan berbagi sedikit pemikiran tentang “Poliandri”

 Kenapa Poliandri??

Soalnya yang sering kita dengar kan perbincangan tentang poligami, jarang sekali terdengar pembicaraan yang membicarakan tentang poliandri. Selain itu, karena saya juga seorang wanita, makanya kali ini yang akan saya bahas adalah poliandri

Pingin tau kelanjutannya??
Cekidot..

Disebutkan dalam surat An-Nisa’ [4:3]:

“Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.”
[4:3]

Dari surat An-Nisa’ ayat 3 tersebut, dapat terlihat sesungguhnya Allah SWT mengizinkan terjadinya poligami dengan ketentuan-ketentuan yang telah dipaparkan pada ayat tersebut, tetapi lain hal untuk poliandri yang mutlak tidak diperbolehkan dalam kondisi apapun.

Disebutkan dalam surat An-Nisa’ [4:24]:

“Dan (diharamkan juga kamu mengawini) wanita yang bersuami, kecuali budak-budak yang kamu miliki.”[4:24]

Ayat di atas yang berbunyi “wal muhshanaat min al-nisaa` illa maa malakat aymaanukum” menunjukkan bahwa salah satu kategori wanita yang haram dinikahi oleh laki-laki, adalah wanita yang sudah bersuami, yang dalam ayat di atas disebut al-muhshanaat.

Banyak wanita yang protes, kenapa poligami diperbolehkan, tetapi poliandri kog gak boleh??

Bukankah jaman dahulu alasan wanita tidak diperbolehkan poliandri karena kasihan pada anaknya?? takut kesulitan menentukan bapak dari anak tersebut.

Tetapi sekarang ketakutan itu kan sudah dapat ditangani dengan adanya perkembangan teknologi, dengan tes DNA kita dengan mudahnya dapat mengetahui orang tua dari anak tersebut.

Trus kenapa poliandri masih tetap dilarang??

Mengapa ayat Al-Qur’an tersebut tidak relevan dengan perkembangan jaman??

Sebagai seorang muslim, buang jauh-jauh pemikiran pada kalimat terakhir diatas. Al-Qur’an adalah wahyu yang diturunkan kepada Rosulullah SAW, yang mana dapat kita jadikan sebagai juru nasehat bagi kita disaat kita membutuhkan bimbingan. Betapa banyak kebaikan yang tersimpan didalamnya.

Madharat poliandri tidak hanya untuk anak yang akan dilahirkan, tidak hanya kesulitan dalam menentukan anak yang dikandung oleh wanita tersebut, tetapi banyak sekali madharat yang akan ditimbulkan dari poliandri. Salah satu yang dapat kita analisis adalah, akan terjaddinya prahara yang maha dahsyat.

sudah menjadi rahasia umum, bahwa seorang pria memiliki emosi yang sangat labil ketika mengalami suatu masalah. Dan sekarang, seorang suami yang di poliandri akan selalu mengalami kecemburuan yang datang setiap waktu, meskipun seorang istri bisa bersikap adil seadil-adilnya. Malapetaka akan selalu mendatangi keluarga mereka. Bisa saja sang suami pertama, sebut saja A, bertindak nekat kepada suami kedua atau B. Dan masih banyak kemungkinan buruk lainnya yang akan terjadi.

Sekali lagi Al-Qur’an adalah wahyu yang paling mulia diantara wahyu-wahyu lain yang pernah diturunkan-Nya. Tidak akan pernah ada sepotong maupun seluruh ayat Al-Qur’an yang tidak relevan dengan perkembangan jaman. Ayat Al-Qur’an itu akan selalu relevan dan valid sepanjang masa.

Saya kira cukup sekian dulu ya rekan-rekan,,
mohon maaf kalau ada salah kata,,
sampai ketemu lagi ya,, ^_^
Best Regard…

Iklan

6 thoughts on “Poliandri, mengapa gak boleh??

  1. semua aturan Allah itu demi untuk kebaikan manusia. sayapun tipe orang yang pro poligami tetapi poligami yang saya dukung adalah poligami sesuai dengan apa yang Rasulullah lakukan.
    beliau berpoligami karena ingin melindungi dan mengangkat derajat janda janda para mujahid yang meninggal.
    ingat! karena ingin MELINDUNGI DAN MENGANGKAT DERAJAD wanita. bukan semata mata ingin memuaskan nafsu syahwat! (seperti yang memang sebagian besar orang yang kurang memahami apa itu poligami, melakukannya).

    lagian udah menjadi fakta bahwa wanita lebih banyak ketimbang lelaki, karena itulah Allah membolehkan poligami. tapi dengan banyak syarat dan catatan. salah satunya adalah sang suami harus bisa berlaku ADIL. bukankah itu syarat yang sangat sulit dipenuhi manusia kalo hatinya dipenuhi dengan nafsu? makanya gak segampang itu pula melakukan poligami. makannya juga disebutkan kalau gak bisa adil lebih baik 1?
    menurut saya poligami bukannya menginjak injak harga diri wanita, melainkan memuliakan wanita.

    saya juga gak menyalahkan ada yang anti dengan alasan gak mau dimadu. namun ada keadaan dimana memang lebih baik poligami daripada menyiksa pasangan suami istri itu sendiri. (misal sang istri sudah tidak bisa lagi memenuhi kewajibannya kepada seorang suami, sementara suami sangat membutuhkan pelayanan tersebut) bukankah kalau tetap egois menentang jalan keluar yang memang sudah Allah berikan justru malah membuat masing masing akan tersiksa?

    karena itulah saya pro poligami. heheh (tapi dengan catatan diatas ya?)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s