Pendidikan Berkualitas untuk Generasi yang Berkualitas

Menggandeng tangan, Membuka pikiran,
Menyentuh hati, Membentuk masa depan,
Seorang Guru berpengaruh selamanya
Dia tidak pernah tahu kapan pengaruhnya berakhir
-Henry Adam-


Pendidikan sebagai sebuah proses belajar mengajar memang tidak cukup dengan sekedar mengejar masalah kecerdasannya saja. Berbagai potensi anak didik atau subyek belajar lainnya juga harus mendapatkan perhatian yang proporsional agar berkembang secara optimal. Karena itulah diperlukan pendidik yang kompeten untuk mewujudkan tujuan tersebut.

AIBF (Airlangga Islamic Book Fair), sebagai agenda tahunan UKMKI (Unit Kegiatan Mahasiswa Kerohanian Islam) Unair merupakan serangkaian acara untuk memperingati hari pendidikan. Salah satu acara yang digelar adalah Edu talk dan Bedah buku “Indonesia Mengajar” dan “Gurunya Manusia”. Acara yang dilaksanakan pada tanggal 22 April 2012 ini dihadiri lebih dari 300 orang dari berbagai kalangan mahasiswa sampai masyarakat umum.

Edu talk yang bertema “Pendidikan berkualitas untuk generasi berkualitas” ini mendatangkan tiga narasumber, Prof. H. Kacung Marijan, Drs., M.A., Ph.D., guru besar yang mengajar di FISIP Unair yang sekaligus menjabat sebagai Staff ahli Mendikbud, Pariman, S.Psi., trainer Pengembangan SDM dan Psikoterapi Transpersonal, serta Direktur Pendidikan Universitas Airlangga, Prof. Ni Nyoman Tri Puspaningsih, M.Si.

“hidup ini akan berarti dengan cara memberikan manfaat kepada orang lain.” Ujar Prof. Kacung sembari menegaskan bahwa salah satu profesi yang terbaik adalah menjadi seorang guru.
“Semua orang berpotensi menjadi seorang pengajar, tapi hanya sebagian orang yang bisa menjadi pendidik. Seorang guru yang baik bukanlah yang mengajar atau menggurui, tetapi seseseorang yang memberi inspirasi” ungkap PiMan sapaan akrab Pariman, S.Psi. PiMan menjelaskan bahwa seorang pendidik harus mempunyai visi dan semangat untuk mengembangkan diri. Karena ketika seorang guru mengajar, guru itu hidup pada zaman sekarang, sedangkan anak didiknya itu akan hidup dimasa yang depan atau minimal 10 tahun yang akan datang.

Prof. Ni Nyoman Tri Puspaningsih, M.Si. juga menyampaikan bahwa “salah satu faktor pendidikan yang berkualitas adalah naluri sebagai seorang pendidik dan jiwa untuk memberikan inspirasi dari dalam diri sendiri dengan berpondasi pada ajaran Agama.”
Rangkaian acara yang dilaksanakan di Kahuripan Lt.2 ini dilanjutkan dengan Bedah buku “Indonesia Mengajar” dan “Gurunya Manusia” ini menghadirkan langsung Munif Chaltib sebagai pengarang buku “Gurunya Manusia. Selain itu juga menghadirkan 4 orang Pengajar Muda dari Indonesia Mengajar yang telah ditempatkan di daerah lampung dan Halmahera selama satu tahun.

Bedah buku ini dikemas mulai dengan penuturan dari pengalaman-pengalaman pengajar muda yang berawal dari panggilan hati mereka untuk mengabdikan dirinya selama satu tahun mengajar di pelosok Indonesia meskipun mereka tidak berasal dari pendidikan keguruan. Kegiatan mereka tidak hanya mengajar tetapi juga bersosialisasi langsung dengan masyarakat dan ikut merasakan kerasnya kehidupan didaerah pelosok yang jauh dari segalanya. Mulai dari arus listrik yang hanya terbatas sampai jam-jam tertentu, tidaknya sinyal henphon untuk berkomunikasi, dan bahkan sulitnya transportasi untuk keluar dari pemukiman menuju ke daerah perkotaan. Tugas mereka sebagai pengajar muda adalah mengajar, mengabdi, dan memberi motivasi kepada masyarakat didaerah tersebut.

Buku Gurunya Manusia ini memberikan panduan-panduan dan strategi menjadi seorang pendidik yang berkualitas dengan menerapkan tiga aspek pokok dalam metode pengajaran, yakni: paradigma, cara, dan komitmen. Ketiga ranah inilah yang harus menjadi isi proses pembelajaran guru. Selain itu, profil gurunya manusia yaitu guru yang fokus kepada kondisi peserta didik. Mereka senantiasa memandang setiap peserta didik adalah juara, mengajar dengan hati, mengartikan kemampuan peserta didik dalam arti yang luas, dan menjadi sosok yang menyenangkan bagi siswanya. Dan unsur penting terpenting menuju guru professional adalah kemauan guru untuk terus belajar. Profesi guru adalah profesi yang tidak boleh berhenti untuk belajar.eNTe

Nb: Untuk Info yang lebih komplit monggo dibuka di Warta Online

Iklan

4 thoughts on “Pendidikan Berkualitas untuk Generasi yang Berkualitas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s